“Alhamdulillah sehat-sehat saja. Pagi hari ini saya berolahraga, bersepeda, agar badan lebih sehat lagi sehingga imunitas tubuh menjadi lebih baik," ujarnya.
Kepala Negara juga mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19. Protokol kesehatan itu seperti berolahraga rutin, mengkonsumsi makanan bergizi, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, tidak berkerumun dan menjaga jarak.
Perilaku disiplin terhadap protokol kesehatan, kata dia, sangat berperan penting untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19 oleh pemerintah.
"Saya berulang-berulang mengajak masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin, makan makanan yang bergizi, jangan lupa pakai masker, cuci tangan sehabis aktivitas, jangan masuk ke dalam kerumunan, dan jaga jarak. Itu yang paling penting harus kita jaga terus," ujarnya.
Jokowi menjalani tes swab lebih cepat, menyusul kabar Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo dinyatakan positif terjangkit Covid-19.
Pasalnya, Kepala Negara sempat bertemu dengan Achmad Purnomo beberapa waktu lalu.
Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, seluruh perangkat yang berada di Istana Kepresidenan melakukan pemeriksaan secara rutin.
Heru menjelaskan, seluruh keluarga Jokowi, termasuk Ibu Negara Iriana Jokowi memang memiliki jadwal pemeriksaan yang rutin.
Dia menyebut, seluruh protokol kesehatan di lingkungan Istana memang sudah diterapkan secara maksimal.
Baca Juga: Kasus Covid di AS 4,2 Juta, Jokowi: Penanganan Kesehatan RI Jadi Prioritas
"Ibu negara beserta Bapak Presiden bersama keluarga tentunya itu sama perlakuannya. Tentunya tes kesehatan ya dengan rutin. Tentunya pengetatan kami sudah maksimal," sambungnya.
Heru menegaskan, seluruh pihak yang ingin bertemu dengan Kepala Negara, mulai dari masyarakat hingga jajaran menteri, harus melalui tahapan protokol yang ketat. Mulai dari rapid test, memakai masker, hinggs menjaga jarak.
"Di dalam Istana pun kursi dan tata letak meja dan kursi sudah kami lakukan jaga jarak dan lainnya," lanjut Heru.
Lebih jauh, Heru menyatakan jika pihaknya memang telah menerapkan protokol secara ketat sejak kasus Covid-19 mencuat di Tanah Air.
Setiap hari, kata dia, selalu dilakukan sterilisasi sebelum Jokowi melanggsungkan kegiatan di lingkungan Istana.
"Sebelum ada kejadian ini, awal pertama kali Covid, kami di Istana melakukan dengan ketat termasuk sterilisasi ruangan contoh sebuah ruangan setiap hari akan digunakan Bapak Presiden baik itu untuk bekerja, bertemu masyarakat, pejabat itu paginya kami sterilisasi termsuk menggunakan ultra violet dan itu tiga jam sebelum dilakukan."
Berita Terkait
-
Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran
-
Hasto Akui Sudah Bertemu PKS Bahas Ijazah Gibran, Singgung Pemimpin Hasil Intervensi Orang Tua
-
Sahroni Sebut NasDem Fokus Bekerja Dukung Pemerintah, Belum Ada Perintah Soal Ijazah Gibran
-
Apa Arti Simbol Tiga Jari dalam Aksi 'Indonesia Sadar' pada 28 Oktober 2026?
-
Said Iqbal: 19 Juta Lapangan Kerja itu Janji Gibran, Bukan Prabowo
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR