- Warga menemukan kerangka manusia tanpa identitas di kawasan hutan Desa Sukorejo, Rembang, pada Senin pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
- Penyelidikan polisi mengacu pada keterangan warga yang mencium bau busuk menyengat di lokasi kejadian sejak Februari 2025 silam.
- Polisi membuka posko orang hilang bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk keperluan identifikasi dan tes DNA.
SuaraJawaTengah.id - Teka-teki besar menyelimuti kawasan hutan Petak 5F2 RPH Logede BKPH Sudo KPH Mantingan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.
Pihak kepolisian kini tengah berkejaran dengan waktu untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian dari seonggok kerangka manusia tanpa identitas yang ditemukan tersembunyi di balik semak belukar.
Kerangka malang tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah membersihkan lahan hutan pada Senin pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan dari Polsek Sumber, Tim Inafis Polres Rembang, Tim Resmob, hingga tenaga medis Puskesmas Sumber langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi sisa-sisa tubuh korban.
Kapolsek Sumber, AKP Pujiono, mengakui bahwa kondisi di lapangan sangat minim petunjuk awal.
"Hasil pemeriksaan awal belum dapat memastikan identitas maupun penyebab kematian korban karena yang ditemukan hanya kerangka dan sisa pakaian yang sudah rusak," ujarnya duikutip dari ANTARA.
Petunjuk Krusial: Bau Misterius Sejak Februari 2025
Di tengah buntu-nya dokumen identitas di TKP, polisi menemukan satu benang merah penting berdasarkan kesaksian warga setempat.
Penyelidikan sementara kini mengarah pada pengakuan seorang pencari pakan ternak yang sempat mencium bau busuk menyengat di sekitar lokasi temuan pada Februari 2025 silam—atau lebih dari satu tahun yang lalu.
Baca Juga: Teka-teki Misteri Kematian Satu Keluarga di Tenda Kledung, Ventilasi Tertutup Rapat
Kala itu, saksi gagal menemukan sumber bau karena lebatnya semak belukar yang menutup area hutan tersebut.
"Keterangan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang akan didalami penyidik untuk memperkirakan waktu kematian korban," jelas AKP Pujiono.
Polisi Buka Posko Orang Hilang
Kondisi kerangka yang sudah rapuh dan tidak utuh lagi menjadi tantangan berat bagi tim forensik. Tidak ada dompet, kartu identitas, ataupun barang pribadi yang tersisa di sekitar tulang-belulang tersebut.
Mengingat korban diperkirakan sudah meninggal sejak awal tahun 2025, kepolisian mengeluarkan imbauan terbuka kepada publik. Warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam kurun waktu satu tahun terakhir diminta segera menghubungi pihak kepolisian untuk pencocokan data atau tes DNA.
"Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab kematian," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Pemprov Jateng Pastikan Penanganan, Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahapan Lelang
-
Transformasi BUMN Kian Diperkuat, Penerapan GCG Dinilai Beri Dampak Positif
-
Khoirul Muzaki dan Alfiatun Resmi Pimpin AJI Purwokerto 2026-2029
-
Ritual Sakral Waisak: Puluhan Biksu Jemput Air Berkah Umbul Jumprit untuk Sucikan Jiwa Manusia
-
Jateng Darurat Kekerasan Pesantren, Gubernur Luthfi Dorong Gerakan 'Asah-Asuh'