SuaraJawaTengah.id - Calon Bupati (Cabup) petahana di Pilkada Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan ingin melawan kotak kosong dalam kontestasi politik yang bakal digelar pada Desember 2020 mendatang.
Dia beralasan, melawan kotak kosong akan jauh lebih adem dan kondusif dibandingkan keberadaan calon bupati lainnya.
"Melawan kotak kosong ada tantangannya. Ada lawannya juga punya tantangan. Semua tidak bisa dianggap mudah dan enteng. Hanya [Pilkada akan] lebih kondusif, lebih tidak ingar-bingar, dan lebih adem kalau melawan kotak kosong,” ujar Yuni seperti dilansir Solopos.com-jaringan Suara.com pada Sabtu (15/8/2020).
Meski begitu, Yuni yang berpasangan dengan Suroto pada Pilkada Sragen 2020 ini tak ingin menganggap enteng, karena masih ada partai politik yang belum mengambil sikap politik.
“Demokrasi kan sah-sah saja ta. Mau ada lawannya atau tidak ada lawannya itu sudah diatur di undang-undang kok. Ya sudah, tidak masalah. Semua itu ada tantangan tersendiri."
Yuni sendiri maju diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan berpasangan dengan Suroto dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pasangan Yuni-Suroto diusung lima parpol dengan kekuatan 33 kursi di DPRD.
Parpol terakhir yang memberikan rekomendasi untuk Cabup Yuni dan Cawabup Suroto di Pilkada Sragen 2020 adalah Partai Golkar pada Rabu (12/8/2020) lalu.
Sementara masih ada tiga parpol yang belum mengeluarkan rekomendasi untuk Pilkada Sragen, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, dan Partai Nasdem.
Baca Juga: Ogah Disebut Lawan Kotak Kosong, Gibran: Jangan Dipelesetkan ke Sana
Berdasarkan peraturan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang Pilkada Serentak, seorang calon tunggal dikatakan menang harus mampu mendapatkan suara 50 persen lebih atau plus satu.
Cabup Pilkada Sragen, Yuni, sempat kaget ketika mendengar ketentuan itu. Yuni pun kemudian menegaskan ketentuan itu menjadi tantangan tersendiri bila melawan kotak kosong.
“Jadi tidak boleh jemawa, tidak boleh sombong, dan tidak boleh menganggap enteng,” katanya.
Ketika ditanya Solopos.com tentang arah politiknya ke calon tunggal, Yuni menjawab tidak boleh berasumsi, karena masih ada partai lain yang belum mengambil sikap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
DPRD Jateng Kebut Paripurna, Sinyal Kuat Pemekaran Brebes Selatan Jadi Nyata?
-
May Day di Jateng: Semarang Diprediksi Hujan Ringan, Wilayah Lain Waspada Hujan Lebat!
-
Kondisi Geopolitik Beresiko, BRI Catatkan Kinerja Positif di Triwulan I 2026
-
Sinyal Revolusi PSIS: Isu Kembalinya King Hari Nur dan Septian David Mencuat
-
Sehari Dipasang Langsung Jebol, Portal Pembatas Ketinggian Ngaliyan Tuai Kritik Warga Semarang