SuaraJawaTengah.id - Sri Kasyati (66) istri Yusuf Suparman (72) warga Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang rela tinggal di rumah berukuran 3x2 meter demi merawat suaminya yang bertahun-tahun menderita stroke. Hal itu ia lakukan atas dasar sebuah kesetiaan.
Bagi Sri, rumah yang menyerupai gubuk itu adalah surga. Sementara suaminya adalah pangeran yang ia cintai.
Tak jarang rumahnya kebanjiran dikala musim hujan. Maklum saja, Sri dan suaminya tinggal di sebuah rumah beratap asbes.
Sementara dinding rumahnya hanya berupa kain sarung. Di rumah tersebut Sri dan suaminya tidak sendirian, ia tinggal bersama ayam miliknya.
Keterbatasan tempat membuat ayam peliharaannya ditaruh di dalam rumah.
"Ya mau bagaimana lagi, kita tidak punya lahan luas untuk memelihara ayam," jelasnya saat ditemui di rumahnya, Senin (31/8/2020).
Sudah 13 tahun Sri dan suaminya di rumah tersebut. Manis pahit kisah kehidupan Sri dan suaminya terekam. Termasuk tiga tahun belakangan yang membuat kehidupannya benar-benar berubah.
Sudah tiga tahun, suami Sri lumpuh. Suaminya hanya bisa tidur di sebuah ranjang sederhana.
Untuk makan, suami Sri harus disuap. Di kasur itu, suaminya menghabiskan sisa-sisa umurnya.
Baca Juga: Wow! Kota Semarang Jadi Daerah dengan Kasus Corona Tertinggi di Indonesia
"Makan, mandi semuanya di kasur itu. Bahkan untuk buang kotoran juga di kasur tersebut," ujarnya.
Kini Sri hanya bisa berpangku tangan kepada warga sekitar. Semenjak suaminya sakit stroke, ia terpaksa berhenti bekerja.
Sebelumnya, Sri pernah jualan tahu gimbal. Karena sang suami sakit, Sri terpaksa berhenti jualan.
Ia terpaksa menghentikan pekerjaannya karena tidak enak dengan tetangga. Ia merasa kurang bersih karena saban hari merawat suaminya yang sedang sakit.
"Kalau jualan tidak enak, yang namanya hidup dengan orang sakit walau jualan sebersih apa pun itu pasti dianggap kotor. Jadi tidak enak," katanya.
Karenanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kadang, terpaksa ua mengandalkan belas kasih tetangganya. Tak jarang juga, warga sekitar memberikannya nasi, lauk bahkan uang kepadanya.
Berita Terkait
-
Ahmad Luthfi Gandeng KPK Benahi Tata Kelola Tambang dari Hulu ke Hilir
-
Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif
-
Nota Cinta Saya: Pesan Lembut untuk Hati Seorang Muslimah
-
Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng
-
Menjelajah Luka Sejarah dan Birahi Cinta dalam Buku Manjali Karya Ayu Utami
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat
-
Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri