- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah meminta pemerintah provinsi meningkatkan kesiapsiagaan antisipasi kebakaran hutan saat menghadapi musim kemarau panjang.
- BPBD Jawa Tengah mencatat 20 kasus kebakaran lahan seluas 1.187 hektare sepanjang tahun 2025 akibat kelalaian aktivitas manusia.
- Pemerintah didorong memperkuat deteksi dini, edukasi masyarakat, serta menyediakan sarana prasarana penanggulangan kebakaran yang memadai bagi petugas lapangan.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintah provinsi Jawa Tengah diminta meningkatkan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, upaya mitigasi perlu diperkuat mengingat karhutla juga sering terjadi di provinsi ini.
“Karena selain berdampak terhadap lingkungan, karhutla juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat hingga aktivitas ekonomi di daerah terdampak,” ungkapnya.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, terjadi 20 kasus karhutla selama 2025. Adapun luasannya, mencapai 1.187 hektare. Angka ini didominasi oleh kejadian sporadis berskala besar maupun kecil, serta didorong oleh faktor kelalaian manusia seperti pembakaran sampah
Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah menambahkan, ancaman kekeringan akibat kemarau panjang biasanya berdampak terhadap perluasan karhutla.
“Untuk mengurangi potensi ancaman karhutla, tentu kita meminta pemerintah agar meningkatkan kesiapsiagaan seperti yang telah diimbau oleh BMKG,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Atas dasar itu dia meminta pemerintah menyiapkan langkah pencegahan sejak dini agar risiko kebakaran dapat ditekan.
“Pencegahan karhutla tidak dapat lagi mengandalkan sistem patroli atau operasi musiman yang sifatnya reaktif dan terbatas. Harus ada pencegahan dan langkah antisipatif serta deteksi dini,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada warga. Sosialisasi kepada warga dan perusahaan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar harus semakin diperkuat.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
“Karena masalah karhutla ini juga berkaitan dengan psiko sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Maksimalkan pendekatan humanis dengan membawa semangat kearifan lokal,” jelasnya.
Kakung juga menaruh perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla. Menurutnya, para petugas yang bertugas di garis depan menghadapi kebakaran hutan menghadapi risiko besar.
“Sehingga negara sudah seharusnya wajib memberikan dukungan peralatan yang memadai untuk menunjang keselamatan dan efektivitas kerja mereka,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Perjuangan 20 Tahun Rosidah Besarkan Usaha Gula Merah Berbuah Manis dengan Dukungan KUR BRI
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran, Ini Daftar Lengkapnya
-
Plt Bupati Sukoharjo Jalani Pemeriksaan KPK, Penyidikan Kasus Etik Suryani Bergulir
-
Bocah SD Boyolali Diakui NASA, Ahmad Luthfi Langsung Beri Laptop