Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Selasa, 01 September 2020 | 13:50 WIB
Tugu Muda. (Sumber : situsbudaya.id)

SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyanggah data yang dikemukakan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang menyatakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tersebut berada di peringkat pertama kasus aktif Covid-19.

Sanggahan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang Abdul Hakam yang terkejut kaget mendengarnya.

Dia mengungkapkan, data yang dirilis pemerintah pusat berbeda dengan data Dinkes Kota Semarang. Kekinian, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang masih aktif hanya berjumlah 346 kasus.

"Jumlah tersebut terdiri dari pasien ber-KTP Semarang dan 143 luar Semarang sehingga total kasus aktif mencapai 489. Saya kaget mendengar Kota Semarang dengan 2.317 kasus aktif Covid-19," jelasnya kepada Suarajawatengah.id, Selasa (1/9/2020).

Baca Juga: Wow! Kota Semarang Jadi Daerah dengan Kasus Corona Tertinggi di Indonesia

Ia meyakini, jika sampai saat ini kasus aktif Covid di Semarang masih jauh di bawah 2.000 kasus. Untuk itu, Hakam belum tau sumber data yang dirilis pusat.

"Kaget saya, karena berdasarkan data infocovid kami tidak demikian," ujarnya.

Dia juga sudah menginstruksikan kepada tim IT untuk segera mengomunikasikan data tersebut ke pemerintah pusat soal data yang baru dirilis Kemenkes pada Senin (31/8/2020) lalu.

"Tak ada lonjakan kasusnya, penambahan jumlah kasus baru di Kota Semarang selama satu minggu terakhir relatif stabil," katanya.

Ia mengakui, memang terdapat kasus baru pada Minggu (30/8/2020) yang lalu, namun tidak banyak dan jumlahnya masih bisa dikendalikan.

Baca Juga: Pecah Rekor! Minggu 30 Agustus, Pasien Corona RI Tembus 2.858 Kasus Sehari

"Terakhir, minggu 30 Agustus kemarin jumlah akumulatif kita justru turun 19 kasus," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, Wali Kota Semarang Hendrar Pribadi sering menggelar tes Covid-19 secara masal. Untuk itu, wajar jika angkanya tinggi.

Apalagi, lanjutnya, pada saat yang sama dilakukan penegakan hukum protokol kesehatan secara serentak di seluruh Jateng hingga bulan September. Menurutnya, keduanya bisa mempengaruhi angka Covid-19.

"Saya kira Pak Wali Kota sangat aktif melakukan tes secara masal. Pada saat yang sama dilakukan penegakan hukum protokol Covid-19, " jelas Ganjar melalui saat dihubungi, Senin (31/8/2020) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, saat ini Kota Semarang di Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan kasus aktif Covid-19 yang paling tinggi di Indonesia.

Kasus aktif adalah seseorang yang telah terkonfirmasi positif dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit atau melakukan isolasi mandiri.

"Kabupaten/kota dengan kasus aktif Covid-19 tertinggi se-Indonesia adalah Kota Semarang dengan 2.317 kasus aktif," kata Wiku dalam jumpa pers dari Kantor BNPB, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Disusul Jakarta Pusat dengan 1.916 kasus aktif, kota Medan 1.432 kasus aktif, Kota Surabaya 1.355 kasus aktif.

Kemudian Jakarta Selatan 1.338 kasus aktif, Jakarta Timur 1.327 kasus aktif, Jakarta Utara 1.276 kasus aktif, Kota Makassar 1.209 kasus aktif, dan Jakarta Barat 1.135 kasus aktif.

Lantaran itu, Wiku meminta para pimpinan daerah dan petugas kesehatan di sembilan kota dengan kasus aktif di atas 1.000 tersebut untuk meningkatkan kinerja penanganan covid-19.

"Ini perlu menjadi perhatian untuk para pimpinan daerah dan petugas kesehatan tentunya, serta seluruh anggota masyarakat agar dapat betul-betul mengantisipasi ini dan mendorong agar kasus-kasus tersebut sembuh, sehingga keadaannya menjadi lebih baik," ucap Wiku.

Kontributor : Dafi Yusuf

Load More