Ilustrasi pertanian (pixabay)
Sayangnya, kebanyakan petani memilih menjual hasil produksi padi mereka ke penebas.
"Kalau ke penebas memang lebih simpel langsung dapat uang. Di samping itu juga mungkin di rumah tidak ada lantai jemur. Itu permasalahannya. Sebenarnya kalau bisa dibawa pulang dan diolah terlebih dahulu sebelum dijual hasilnya, selisih keuntungannya itu Rp1 juta sampai Rp2 juta," ungkap dia.
Namun, ia mengaks tidak akan path semangat untuk mendampingi para petani. Sebab, jika petani dapat mengolah hasil panen nulai tukarnya akan meningkat.
"Ini yang menjadi tantangan kami. Kalau mau meningkatkan kesejahteraan [di sektor pertanian], kita harus berorientasi pada aspek bisnisnya. Yang jelas potensi bisnis pertanian besar,” ujar Widiyanti.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
14 Kajati Resmi Dilantik Termasuk Jawa Tengah , Komjak RI: Jaga Kepercayaan Masyarakat!
-
Wisuda Udinus: Pratama Arhan Resmi Sarjana, Terima Ijazah Canggih Berbasis Blockchain
-
BRI Youth Champion League Semarang Goes to Barcelona: Ajang Unjuk Gigi Generasi Muda Menuju Dunia
-
Pemulihan Korban Daycare, Wali Kota Yogyakarta Siapkan Pendampingan dari Psikolog hingga Dokter Anak
-
Kemelut PDAM Semarang, Eks Direksi Serang Balik Wali Kota ke Meja Hijau