Ilustrasi pertanian (pixabay)
Sayangnya, kebanyakan petani memilih menjual hasil produksi padi mereka ke penebas.
"Kalau ke penebas memang lebih simpel langsung dapat uang. Di samping itu juga mungkin di rumah tidak ada lantai jemur. Itu permasalahannya. Sebenarnya kalau bisa dibawa pulang dan diolah terlebih dahulu sebelum dijual hasilnya, selisih keuntungannya itu Rp1 juta sampai Rp2 juta," ungkap dia.
Namun, ia mengaks tidak akan path semangat untuk mendampingi para petani. Sebab, jika petani dapat mengolah hasil panen nulai tukarnya akan meningkat.
"Ini yang menjadi tantangan kami. Kalau mau meningkatkan kesejahteraan [di sektor pertanian], kita harus berorientasi pada aspek bisnisnya. Yang jelas potensi bisnis pertanian besar,” ujar Widiyanti.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Semarang Capai UHC 100 Persen, BPJS Kesehatan Perluas Layanan Jantung hingga Kanker
-
Baru Ditunjuk Gubernur Jateng, SK Plt Bupati Sukoharjo Disita KPK, Ada Apa?
-
32 Tersangka Kasus Little Aresha Belum Semua Ditahan, Polisi Ungkap Alasannya
-
BRIvolution Reignite Perkuat Bisnis BRI, KUR hingga KPR Subsidi Terus Bertumbuh
-
Lebih dari 200 Penari dari Berbagai Daerah Ramaikan Lomba Tari Kreasi 2026 di Saloka Theme Park