SuaraJawaTengah.id - Tidak hanya dipertandingan sebenarnya, PSIS Semarang dipastikan akan turun dalam kompetisi Indonesia Football e-League (IFeL). Kompetisi game online itu akan berlangsung mulai tanggal 12 September 2020 mendatang.
IFeL adalah liga eSports yang diikuti oleh perwakilan tim Liga 1, untuk memainkan game sepak bola populer, yakni Pro Evolution Soccer (PES).
Dalam kompetisi IFel 2020, Laskar Mahesa Jenar akan diperkuat oleh Setia Widianto. Sebelum memperkuat PSIS, profesional player berusia 24 tahun ini memperkuat Port FC Liga eSports Thailand pada awal tahun 2020 lalu.
Menurut CEO PSIS Yoyok Sukawi, alasan timnya mengikuti turnamen IFel yakni terkait perkembangan zaman yang harus selalu diikuti. Ia juga melihat industri eSports di Tanah Air terus berkembang dan harus selalu dikembangkan.
“Kami memutuskan untuk turun di kompetisi IFeL karena perkembangan zaman yang terus bergerak. ESports saat ini tidak hanya sekadar main game, namun bisa dikembangkan ke dunia industri olahraga. Kami pelan-pelan akan mendirikan tim PSIS eSports tidak hanya untuk PES,” ujar Yoyok Sukawi, Kamis (03/09/20).
Yoyok mengatakan, pada ajang kompetisi IFeL 2020, pihaknya juga akan menggandeng para sponsor.
“Semua sponsor kami akan dilibatkan supaya kedepannya terus bersinergi untuk memajukan industri olahraga,” imbuhnya.
Sementara itu, Setia Widianto yang diikat PSIS untuk kompetisi IFeL 2020 siap memberikan yang terbaik bagi klub kebanggaan Panser Biru dan Snex ini.
Menurut pemain PES yang kerap menggunakan nomor punggung 26 ini, manajemen PSIS cukup serius dalam mempersiapkan kompetisi kali ini sehingga ia akan menjawab dengan sebuah prestasi.
Baca Juga: Tak Perlu Punya PES 2020 Dulu, PES 2021 Jadi Game Terpisah
“Sebagai pro player PES, saya cukup senang bisa bergabung dengan PSIS karena tim ini penuh sejarah di dunia sepak bola dan manajemen yang cukup serius. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik,” kata Setia Widianto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet
-
Perkuat Daya Saing, Tiga Tim Inovasi Semen Gresik Bertarung di APQO International Conference 2026
-
Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia
-
Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
-
Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut