SuaraJawaTengah.id - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kota Semarang tetap mengirim TKI ke beberapa negara meski sejumlah negara sudah melarang kedatangan TKI. Pasalnya, sebanyak 12 negara masih mengizinkan kunjungan bagi para TKI asal Indonesia.
Kepala BP3TKI Kota Semarang, Abe Rachman mengatakan, beberapa negara masih memperbolehkan. Menurutnya, masih banyak negara yang membutuhkan TKI untuk sektor pertanian dan manufaktur.
"Masih banyak negara yang membutuhkan TKI diantaranya Hongkong, Taiwan, Aljazair, Maladewa, Nigeria, UEA, Polandia, Turki, Zimbia dan Zimbabwe. Negara-negara tersebut masih membuka," jelasnya, Kamis (10/9/2020).
Meski demikian, beberapa negara tersebut memberikan syarat untuk tes swab PCR bagi TKI yang akan ke negara tersebut. Menurutnya, keputusan itu muncul setelah ada koordinasi antara negara Indonesia dan beberapa negara tujuan TKI.
"Beberapa negara itu memang mensyaratkan untuk tes PCR. Seperti Hongkong itu agak sulit karena hasil awalnya harus berlaku sampai 47 jam,"ujarnya.
Selain tes PCR, pihaknya juga akan mengutamakan TKI yang sudah mempunyai visa. Sampai saat ini pihaknya masih berhitung dan merundingkan kembali kebijakan pengiriman TKI bersama para agen dan perwakilan negara yang bersangkutan.
"Kita akan utamakan yang sudah punya visa dulu soalnya masih ada beberapa yang membutuhkan," ucapnya.
Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Tenagakerjaan resmi untuk menghentikan sementara penempatan Pekerja Migran Indonesia atau PMI ke luar negeri.
Keputusan tersebut, tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 151 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia.
Baca Juga: Kisah TKI Bojonegoro Rayakan HUT Kemerdekaan RI di Negeri Sakura
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
-
Hari Ini, Pekerja Migran Indonesia Positif Corona Jadi 1.158 orang
-
Pertama di Indonesia, Layanan Virtual Pekerja Migran Resmi Meluncur
-
Malaysia Deportasi 89 Pekerja Migran Indonesia Lewat Entikong
-
Nasib Pilu 18 Calon ABK di Cilincing, Batal Kerja Malah Diusir Perusahaan
-
Cerita Erick Thohir Pernah Direndahkan saat Jadi Pekerja Migran
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
Terkini
-
Sukses Berdayakan Ratusan Perempuan Lewat Program Bumi Kartini, Semen Gresik Sabet Penghargaan ESDM
-
Buru Lokasi BTS Lewat Aplikasi Peta di Wisata Guci Tegal, Komplotan Pencuri Kabel Optik Dibekuk
-
Polres Tegal Ungkap Jaringan Obat Keras Ilegal, 58 Ribu Butir Hexymer hingga Tramadol Disita
-
Hampir 9 Tahun Jadi Agen BRILink, Anik Selamatkan Nasabah dari Penipuan
-
Jelang Nataru, Gubernur Jateng Minta Polisi dan Jaksa Awasi Permainan Harga Pangan