SuaraJawaTengah.id - Sejumlah orang yang telah berkunjung di Warung Makan Bu Fat Krobokan telah diuji swab. Hasilnya 20 orang terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan, 18 orang sudah dirawat di Rumah Isolasi Rumah Dinas Wali Kota Semarang.
"Sementara, dua orang lainnya terpaksa dilakukan perawatan di rumah sakit karena mengeluh sesak nafas," jelasnya, Jumat (11/9/2020).
Kronologi penemuan klaster baru tersebut, berawal dari seorang yang positif Covid-19 yang diketahui dari sistem infocovid.
Kemudian pihak Dinkes meneruskan info tersebut ke Puskesmas setempat untuk segera dilakukan pemeriksaan.
"Setelah melakukan pemerikaan diketahui memiliki aktivitas di sebuah rumah makan," kata Hakam.
Sampai saat ini masih dalam penanganan dan penelusuran. Namun ia tegaskan bahwa informasi nama-nama yang positif tersebar di grup WhatsApp bukan resmi dari Dinkes.
"Semua nama pasien confirm covid-19 kita rahasiakan kecuali untuk kepentingan penanganan medis. Dan itu ada kode etiknya," imbuhnya.
Lurah Krobokan Semarang Barat Sarno mengatakan, rumah makan Bu Fat memang sering ramai. Selain makanannya yang enak, menurut Sarno, Warung Makan Bu Fat sudah sangat terkenal.
Baca Juga: INFOGRAFIS: 109 Dokter Indonesia Gugur Karena Covid-19
"Rumah makan tersebut selalu ramai," katanya.
Sarno menilai pengelola rumah makan sedikit lalai terkait protokol kesehatan Covid-19. Beberapa tempat duduk tidak tertata dan kurang berjarak. Menurutnya, kondisi itu membahayakan pengunjung.
"Bahkan tidak ada petugas khusus untuk mengecek suhu tubuh," ujarnya.
Ia menambahkan, sampai saat ini kondisi warga yang terpapar Covid-19 dalam kondisi yang baik. Satu orang dibawa ke RSUD KMRT Wongsonegoro, satu orang lainnya di RS William Booth. Sementara sisanya di Rumah Dinas Wali Kota Semarang.
"Alhamdulillah sekarang dalam kondisi baik semua," ucapnya.
Hakam mengatakan, saat ini Warung Makan Bu Fat sudah ditutup untuk sementara waktu. Selain itu langkah penyemprotan disinfektan sudah dilakukan Pemkot Semarang.
"Saat ini sudah kita tutup untuk sementara waktu agar steril dulu warung makan Bu Fat," jelasnya.
"Nanti kita akan persilahkan dibuka setelah dua minggu," tambahnya
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
-
Waktu Buka Puasa di Semarang Hari Ini 27 Februari 2026, Lengkap dengan Bacaan Doa
-
7 Fakta Banjir Semarang 2026: Motor Nyaris Hanyut di Kawasan Industri Candi
-
Mudik Gratis Bulog 2026 Resmi, Ini Rute Jawa Tengah dan Jogja serta Cara Daftarnya
-
Wuling Gempur Semarang: SUV Canggih Eksion Jadi Bintang!