- Biro perjalanan Carmilla Salim Mubarok di Temanggung diduga melakukan penipuan umrah senilai lebih dari Rp3 miliar terhadap 56 jemaah.
- Sebanyak 56 calon jemaah gagal berangkat setelah ditahan di Jakarta, sementara 24 jemaah lainnya terlantar di Arab Saudi.
- Kemenag Temanggung mendesak pencabutan izin usaha dan memproses tindakan pidana biro perjalanan tersebut untuk menjamin pengembalian dana korban.
SuaraJawaTengah.id - Impian suci puluhan warga Kabupaten Temanggung untuk beribadah di Tanah Suci berujung trauma mendalam. Sebanyak 56 calon jemaah menjadi korban dugaan penipuan massal oleh biro perjalanan umrah Carmilla Salim Mubarok yang bermarkas di Jalan Pahlawan, Temanggung.
Tidak hanya gagal berangkat, total kerugian finansial para korban ditaksir menembus angka fantastis, yakni lebih dari Rp3 miliar.
Tragedi ini menyingkap tabir hitam operasional biro travel tersebut, yang sengaja memanfaatkan momentum spiritual untuk menjaring korban.
"Para korban mengaku tertarik mengikuti program umrah tersebut karena menawarkan keberangkatan pada bulan Ramadan, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah puasa sekaligus umrah di Tanah Suci," ungkap Siti Jariyah, salah satu korban penipuan dikutip dari ANTARA Kamis (4/6/2026).
Penderitaan Ganda: Disekap di Jakarta vs Terdampar di Arab Saudi
Modus kejahatan biro Carmilla Salim Mubarok ini tergolong sangat rapi dan kejam. Awalnya, ada 80 jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam program Umrah Ramadan dan Idul Fitri pada Februari 2026 lalu.
Namun, manajemen travel melakukan "pemilahan" yang berujung pada penderitaan ganda bagi seluruh jemaah:
Kemenag Temanggung Desak Sanksi dan Kepastian Hukum
Merespons gelombang protes dan laporan dari para korban yang telanjur menderita, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Temanggung langsung mengambil langkah tegas.
Baca Juga: Kabar Baik PPDB Jateng 2026: Kuota SMA/SMK Negeri Ditambah Jadi 231.724 Kursi
Kepala Kantor Kemenag Temanggung, Eko Widodo, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan segera melimpahkan kasus ini ke level pusat untuk mencabut izin dan menyeret pelaku ke ranah pidana.
"Pihak kami akan menindaklanjuti laporan jemaah tersebut dengan meneruskannya ke Direktorat Jenderal Pengawasan untuk diproses lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan guna memberikan kepastian hukum serta memperjuangkan pengembalian dana para korban," tegas Eko Widodo.
Kini, kantor biro perjalanan di Jalan Pahlawan Temanggung tersebut menjadi sorotan tajam publik. Jemaah menuntut transparansi aset perusahaan agar dana miliaran rupiah yang telah mereka setorkan dari hasil tabungan bertahun-tahun dapat segera dikembalikan utuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan