SuaraJawaTengah.id - Keluarga Laeli Atik Supriyatin alias LAS (27), tersangka kasus mutilasi di Kalibata, Jakarta tak menyangka Laeli bisa melakukan pembunuhan sadis itu. Semasa sekolah, Laeli merupakan sosok penurut dan pintar.
Laeli merupakan warga RT 01 RW 03 Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Di desa itu masih tinggal orang tuanya, Makmuri (60) dan Masliha (55). Makmuri mengungkapkan, Laeli baru lulus Universitas Indonesia (UI) dua tahun lalu. Setelah lulus, anak keempat dari tujuh bersaudara itu bekerja di perusahaan yang berada di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur.
“Laeli masuk kuliah di UI (Universitas Indonesia) lewat jalur beasiswa Bidikmisi karena berprestasi. Anaknya memang pintar dan rajin waktu sekolah,” kata Makmuri saat ditemui Suara.com, Sabtu (19/9/2020).
Menurut dia, prestasi Laeli sudah menonjol sejak duduk di sekolah dasar (SD). Selama bersekolah di SDN Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, dia selalu mendapat rangking. Begitu juga saat Laleli bersekolah di SMPN Lebaksiu dan SMAN 3 Slawi.
Makmuri menuturkan, selain pintar, Laeli juga sosok penurut kepada orang tua dan kakak-kakaknya. Menyadari orang tuanya dari kalangan tidak mampu, Laeli tak pernah menuntut untuk dibelikan macam-macam.
“Mungkin kalau dari kecil saya ceritain, saya tidak kuat. Itu nurutnya ya Allah. Mungkin kalau jaman sekarang, orang sekolah pakai tas, dia pakai kantong kresek waktu kelas 1 SD. Coba Bayangin. Susah betul. Dia pakai kantong kresek, nurut, nggak nangis, nggak apa. Waktu SMA pulang sekolah juga tidak pernah bergaul,” tuturnya sembari terisak.
Menurut Makmuri, tidak ada perilaku yang ganjil dari Laeli semasa kuliah di UI. Dia bahkan sudah bisa mencari uang sendiri di sela-sela kuliah. “Siang kuliah, kalau malam ngelesin buat tambah-tambah,” ucapnya.
Makmuri pun kaget dan tak menyangka sosok yang semasa bersekolah pintar dan penurut itu bisa melakukan pembunuhan disertai mutilasi. Dia menduga anaknya salah pergaulan hingga sikapnya berubah dan menjelma menjadi sosok pembunuh sadis.
“Anak-anak saya nurut semua. Laeli juga tadinya. Makanya saya juga bingung tahu-tahu begini. Mungkin (berubah) karena pergaulan. Setelah bergaul dengan orang yang mungkin tidak karuan jadi begitu. Tadinya tidak. Dia nurut, patuh sama orang tua dan kakak-kakaknya,” kata dia.
Baca Juga: Belajar di Medsos hingga Pemerasan, Ini 6 Fakta Baru Kasus Mutilasi Rinaldi
Perubahan sikap Laeli itu mulai dirasakan keluarganya tak lama setelah dia lulus kuliah. Sejak itu, selain tak pernah lagi pulang ke Tegal, Laeli juga tak diketahui keberadaannya dan tak bisa dihubungi.
“Sebelum putus kontak 1,5 tahun lalu, dia mulai berubah. Jadi susah diatur. Dinasihati kakaknya juga melawan. Terus setelah putus kontak, dapat kabar Laeli pelaku kasus pembunuhan. Saya juga kaget, nangis terus dengar berita ini,” ujarnya.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ruang Kelas SDN Sendangmulyo Semarang Hancur Ditimpa Pohon Roboh
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional