SuaraJawaTengah.id - Calon Bupati Klaten, Sri Mulyani punya kegiatan yang padat. Meski begitu, ia selalu meluangkan waktu bersama keluarga tercintanya.
Hal ini diungkapkan Sri Mulyani di chanel Solopos TV belum lama ini. Ia mengaku, anak-anaknya sudah terbiasa menerima kesibukan sang Ibu dan biasa mandiri bahkan sejak kecil.
Meski begitu, Sri selalu meluangkan waktu untuk buah hatinya. Ia memanfaatkan setiap waktu luang yang ada untuk berkumpul bersama keluarga.
“Enggak harus malam, situasional saja. Kadang bisa makan sore, makan malam kadang makan siang. Kita kumpul dan ngoborol ngalor ngidul saja sama anak-anak,” ujar Sri Mulyani dilansir Solopos.com-jaringan Suara.com, Sabtu (17/10/2020).
Ia juga terharu dan bangga dengan keluarganya karena mau mengerti dan memahami kesibukannya. Seperti pada saat Bulan Puasa anak-anaknya menyiapkan hidangan untuk buka puasa maupun sahur. Begitu juga, sang suami yang sangat pengertian.
“Pengertian yang dimaksud tidak menunutut saya sebagai istri yang setiap buka puasa atau sahur harus selalu ada untuk suami. Tetapi, juga memberikan keleluasan untuk saya,” ujarnya.
Sama-sama menjabat dalam pemerintahan, Sri Mulyani dan suami juga harus menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR) dan berkomunikasi melalui video call bersama anak-anaknya.
“Saya selaku Bupati dan Mas Narna sebagai (anggota) DPR RI, tentunya jarak dan waktu lebih banyak berpisah,” ujar Sri Mulyani yang saat wawancara masih menjabat sebagai Bupati Klaten.
Ia pun tidak kaget lagi jika sang suami, Sunarna yang dulu juga pernah menjabat sebagai Bupati Klaten, harus siap 24 jam. Bahkan sebelum jadi bupati selama dua periode, Sunarna dan Sri Mulyani juga sudah menjalani hubungan jarak jauh, ketika suaminya menjadi pengusaha.
Baca Juga: Kamrussamad Sebut Sri Mulyani Sebagai Menteri Keuangan Terbaik
“Mas Narna dulu sebelum jadi bupati, itu pengusaha di Jakarta. Sehingga, memang kami sejak menikah sudah biasa jarak jauh,” ungkapnya.
Menjalani hubungan jarak jauh dan hanya memiliki waktu yang terbatas, membuatnya juga harus pintar-pintar mencari celah agar mau diajak berdikusi tentang masalah kedinasan. Mengingat sang suami tidak suka berdikusi tentang masalah politik ataupun kedinasan saat bersama keluarga.
“Kalau Pak Narna sudah saya kuasai hatinya, baru saya minta saran. Karena suami sendiri, juga banyak kesibukan di DPR RI, saya juga di pemerintahan. Tentunya pada saat ketemu, itu kita obrolkan pekerjaan masing-masing nanti habis waktunya untuk kita berdua. Quality time-nya jadi hilang,” ungkapnya saat berbicang dengan Redaktur Pelaksana Solopos Digital, Danang Nur Ihsan.
Sri Mulyani menganggap sang suami sebagai mentor politiknya tersebut yang selalu memberikan saran dan kritik yang membangun dan terbaik. Menurutnya, karena suami tidak ada embel-embel atau kepentingan politik itu tidak masalah dimintai saran. Ia mengungkap, keinginan suaminya adalah agar istrinya sukses dan selamat dalam menjabat sebagai bupati.
Memiliki kesibukan segudang bahkan harus bekerja hingga dini hari, Sri Mulyani mengaku hanya memiliki waktu yang terbatas untuk me time atau quality time untuk dirinya sendiri.
Sebelum ada pandemi Covid-19, ia biasa menyalurkan hobinya untuk melihat film di bioskop dan menongkrong bersama anak-anak sambil makan popcorn. Namun, saat pandemi seperti ini, ia mengungkap lebih suka menonton drama korea (drakor) bersama suaminya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Rumah BUMN Rembang Semen Gresik Bersama Pemkab Rembang Realisasikan Program Plangisasi
-
Kemarau Belum Puncak, Ratusan Warga di Lereng Gunung Slamet Sudah Kesulitan Air Bersih
-
Rupiah Melemah, Perajin handicraft Temanggung Cari Peluang di Pasar Global
-
Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini, BMKG Minta Warga Waspadai Perubahan Cuaca