Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:55 WIB
Prakiraan deterministik curah hujan di Provinsi Jawa Tengah pada bulan Mei 2026. ANTARA/HO-BMKG
Baca 10 detik
  • BMKG memprakirakan intensitas curah hujan di Jawa Tengah akan menurun signifikan dan didominasi kategori rendah selama Mei 2026.
  • Sebagian wilayah pegunungan dan pesisir Jawa Tengah masih berpotensi mengalami hujan intensitas menengah dengan probabilitas cukup tinggi.
  • BMKG memastikan tidak ada ancaman cuaca ekstrem hujan lebat di wilayah Jawa Tengah sepanjang periode awal Mei 2026.

SuaraJawaTengah.id - Masyarakat Jawa Tengah dapat sedikit bernapas lega menyambut awal bulan Mei 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membawa
kabar baik bahwa intensitas curah hujan di provinsi ini diprakirakan akan menurun signifikan dan didominasi oleh kategori rendah.

Kendati demikian, BMKG tetap memberikan catatan "waspada" bagi sejumlah daerah yang masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas menengah di tengah tren cuaca yang mulai mengering ini.

Prakiraan ini menjadi sinyal kuat peralihan musim atau pancaroba yang mulai terasa di wilayah Jawa Tengah. Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi
Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa analisis ini didasarkan pada monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) dan data curah hujan dasarian terbaru dari Stasiun Klimatologi Jawa Tengah.

"Berdasarkan monitoring HTH dengan pembaruan data hingga 30 April 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih mengalami hujan,” ujarnya di Cilacap, Jumat.

Meski data terakhir menunjukkan hujan masih turun, tren ke depan menunjukkan penurunan. Teguh memaparkan prediksi probabilistik untuk Dasarian I (sepuluh
hari pertama) Mei 2026. Hasilnya, peluang lebih dari 60 persen untuk curah hujan kategori rendah (0-50 mm per dasarian) diperkirakan akan mendominasi sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

Kabar melegakan lainnya, berdasarkan analisis mendalam, BMKG memastikan tidak ada ancaman cuaca ekstrem berupa hujan lebat di periode ini.

"Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, tidak terdapat peluang curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi pada periode tersebut," tegasnya.

Namun, kewaspadaan tidak boleh kendur sepenuhnya. Teguh merinci wilayah-wilayah yang belum sepenuhnya "aman" dari guyuran hujan. Terdapat peluang curah hujan kategori menengah (51-150 mm per dasarian) dengan probabilitas 60-80 persen yang diprakirakan masih akan terjadi di wilayah pegunungan tengah seperti Wonosobo dan Banjarnegara, serta sebagian besar Purbalingga.

Potensi hujan sedang ini juga meluas ke sebagian wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Kendal, Purworejo, Kebumen, Cilacap, dan Banyumas, serta sebagian kecil wilayah Kota dan Kabupaten Semarang, Karanganyar, dan Magelang.

Baca Juga: 14 Kajati Resmi Dilantik Termasuk Jawa Tengah , Komjak RI: Jaga Kepercayaan Masyarakat!

Kondisi cuaca yang cenderung lebih kering ini diprediksi tidak hanya terjadi di awal Mei, tetapi akan berlanjut hingga Dasarian II dan III Mei, bahkan hingga
memasuki Dasarian I Juni 2026. Meskipun tren menunjukkan penurunan curah hujan, BMKG tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di daerah yang masih berpotensi hujan sedang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai dinamika cuaca serta memanfaatkan informasi prakiraan cuaca secara berkala guna mengantisipasi
potensi dampak yang dapat ditimbulkan,” pungkas Teguh Wardoyo.

Load More