“Rangka tempat meletakan sadel ini saya ambil dari plat per mobil GAZ buatan Uni Soviet tahun 1960an. Panjang per 106 centimeter, sedangkan tinggi sadel dari tanah sekitar 107 centimeter,” ujar Bagus.
Selain tanpa peredam kejut, sepeda ini aslinya tidak menggunakan mekanisme bearing pada sumbu roda dan headset setang. Teknologi bearing baru ditemukan tahun 1870an, sekitar 7 tahun setelah sepeda ini dibuat.
“Jadi bisa dikatakan ini 95 persen mirip dengan aslinya. Yang tidak mirip hanya saya menggunakan bearing di sumbu roda. Karena aslinya di tahun 1863 itu belum ada bearing atau gotri.”
Hasilnya, Bagus mengaku kesulitan mengendalikan sepeda ini. Sesuai julukannya “Boneshaker”, upaya membelokan sepeda ini setara dengan olah raga mengangkat beban 30 kilogram.
Sepeda klangenan Bagus Priyana ini diberi nama “Golden Dragon”. Nama dan gambar karakter sang naga dicetaknya di sadle berbahan kulit dengan tinta warna emas.
Bagus menduga, sepeda Velocipede hasil reproduksinya satu-satunya di Indonesia. Sekitar tahun 1880 ada arsip yang menyebutkan sepeda Velocipede pernah dikirim dari Prancis ke Hindia Belanda.
“Ada iklan, arsip, dan sebagainya. Tapi hingga hari ini secara fisik belum ditemukan. Jadi bisa jadi ini sepeda reproduksi satu-satunya di Indonesia,” kata Bagus.
Velocipede buatan Bagus sudah menjalani test dikendarai sejauh 13 kilometer dan akan digenapi menjadi 17 kilometer sesuai usia komunitas pecinta sepeda tua Magelang, Velocipede Old Classic.
Selama masa “pendekatan” itu, sang naga sukses membuat si empunya 2 kali jatuh dan 2 kali salto. “Sampai sekarang saya belum berani mengendarai di jalan turunan. Sistem remnya, plat besi bergesekan dengan roda besi. Belum teruji keamanannya.”
Baca Juga: Sepeda Anak Dicuri, Fotonya Malah Buat Warganet Iba pada si Maling
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
-
Kisah Sariman, Positif Covid-19 Jadi Tertib Lakukan Protokol Kesehatan
-
Maling Sepeda Lipat Meninggal di Makassar, Setelah Ditembak Polisi
-
Budayawan Asal Tegal Luncurkan Buku Berjudul ''Kandha Tanda''
-
Londo Cs Diringkus Polisi Setelah Aksi Pencurian Motor ke-9 Terekam CCTV
-
Serba-serbi Cairan Pendingin di Sepeda Motor, Lakukan Penggantian Rutin
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan