SuaraJawaTengah.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan pencairan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) subsidi gaji pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta perbulan termin 2 mulai dilaksanakan akhir bulan Oktober atau paling lambat awal November 2020.
Pencairan dana subsidi gaji termin 2 itu hanya untuk 6 golongan pekerja formal yang nantinya ditransfer langsung melalui rekening bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) seperti BNI, Mandiri, BRI dan kemudian juga disalurkan kepada rekening Bank BCA, CIMB Niaga, Danamon dan lainnya.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, di beberapa kesempatan menjelaskan 6 golongan pekerja formal yang berhak mendapatkan subsidi gaji ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Keteangakerjaan (Permenaker) No.14 Tahun 2020 :
1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK);
2. Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;
3. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai upah yang di laporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan;
4. Pekerja/buruh penerima upah;
5. Memiliki rekening bank yang aktif;
6. Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020.
Baca Juga: Penyaluran Bansos Tunai di Bali Sudah Capai 99,31 Persen
Oleh karena itu, Ida memastikan pencairan dana subsidi gaji termin 2 bakal segera dilakukan jika syarat sebagai penerima terpenuhi. Lalu, sebelum melakukan pencairan dana termin 2, Kemnaker juga akan melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap termin 1.
“Setelah pembayaran termin 1 selesai disalurkan untuk 5 tahap, Kemnaker akan lakukan evaluasi sebelum pembayaran termin 2 mulai disalurkan,” ujar Ida dilansir dari Ayosemarang.com.
Diketahui, penyaluran dana subsidi gaji Rp600.000 per bulan disalurkan dalam dua termin dengan jumlah bantuan masing-masing termin senilai Rp1,2 juta, sehingga total yang diterima adalah Rp2,4 juta.
Total anggaran subsidi gaji pekerja formal ini awalnya Rp37,7 triliun yang ditargetkan bagi 15,7 juta pekerja.
Namun, hingga batas akhir penyerahan data oleh BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek, totalnya hanya mencapai 12,27 juta pekerja.
Nah, dari 12,27 juta calon penerima subsidi gaji tersebut sudah tersalurkan kepada 11,9 juta penerima atau setara 97,37% dari total penerima tahap 1 sampai dengan tahap 5.
Berita Terkait
-
Pastikan BSU Tepat Sasaran, Menaker Kunjungi Rumah Pekerja di Pekalongan
-
Total Rp12,5 Miliar, Hari Terakhir Pendaftaran Bantuan UMKM dari Facebook
-
Mensos Bagikan Bantuan Sosial Tunai ke Buruh Pasir di Bali
-
Parah! Dana Bantuan Covid-19 Hingga Gaji Pegawai Desa Ditilep Bendahara
-
Survei: 64,7 Persen Pekerja DKI Anggap Covid-19 Kini Lebih Berbahaya
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Pemprov Jateng Upayakan Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Tuntas 2026
-
Harga Pertamax Melonjak Drastis, Tembus Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini!
-
Ratusan Guru di DIY Dilatih AI untuk Pangkas Beban Administrasi
-
Ke China Makin Praktis, QRIS Cross Border BRImo Kini Bisa Dipakai di Merchant Lokal
-
BRI Raih Global Private Banking Innovation Awards 2026, Cermin Pentingnya Wealth Management