SuaraJawaTengah.id - Jumlah anak terpapar Covid-19 Kota Solo meningkat drastis dalam dua bulan terakhir, September-Oktober. Sebanyak 62 anak terkonfirmasi positif virus corona dalam dua bulan tersebut.
Jumlah itu merupakan 70% dari total jumlah anak terpapar Covid-19 Kota Bangawan yakni 88 anak. Perinciannya, 25 anak terkonfirmasi positif corona pada September sedangkan pada 1-19 Oktober tercatat ada 37 anak.
Sisanya masing-masing dua anak terkonfirmasi positif pada April, dua anak pada Mei, satu anak pada Juni, 12 anak pada Juli, dan sembilan anak pada Agustus.
Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengakui jumlah anak terpapar virus SARS CoV-2 meningkat selama dua bulan terakhir.
Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan jamaknya anak tertular Covid-19 dari orang tua atau orang terdekat karena mereka tidak ke sekolah untuk belajar tatap muka.
Namun, seiring pelonggaran aturan yang berlaku, mereka bisa saja tertular saat beraktivitas luar rumah.
“Kalau anak tidak menjaga protokol kesehatan saat beraktivitas di tempat publik, tentu risiko mereka tertular semakin besar,” kata Siti dilansir dari Solopos.com, Selasa (20/10/2020).
Menurut dia, mayoritas anak yang tertular virus tersebut tidak bergejala atau asimtomatik. Mereka harus menjalani uji swab untuk memastikan positif atau negatif Covid-19.
Karena tanpa gejala, anak dengan Covid-19 Kota Solo ini akan merasa baik-baik saja dan tetap bermain bersama temannya. Ketika bermain bersama teman itu lah, mereka bisa menjadi pembawa virus dan menularkannya.
Baca Juga: Kabar Baik! Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Turun 6,7 Persen
Sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Solo, Hari Wahyu Nugroho, sudah mengingatkan tentang potensi meningkatnya risiko anak tertular virus corona dengan aturan yang semakin longgar.
Surat edaran (SE) terbaru Wali Kota Solo yang berlaku per Selasa (13/10/2020) menyebut anak usia lima tahun ke atas boleh mengunjungi tempat publik termasuk mal. Pada SE sebelumnya, batasan usia anak boleh ke tempat publik yakni 13 tahun ke atas.
Hari mengatakan, pelonggaran batasan usia anak boleh ke tempat publik Solo ini berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid-19 karena mereka bertemu lebih banyak orang. Ia mencontohkan ketika mereka singgah ke pusat-pusat kuliner.
"Saat anak makan dan harus melepas masker, mereka rentan terpapar virus SARS CoV-2. Apalagi jika tak sengaja bersentuhan dengan penderita yang asimtomatik," ujarnya.
Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengaku bakal mengevaluasi pelonggaran aturan anak-anak usia 5 tahun ke atas bepergian ke tempat publik per Selasa (13/10/2020) atau sepekan lalu itu.
Jika terdapat kenaikan jumlah kasus, Satgas akan memperketat kembali aturan tersebut.
Berita Terkait
-
Bertemu PM Jepang, Jokowi Bahas Pengelolaan Covid-19
-
Puluhan Napi Reaktif Covid-19, Lapas Kerobokan Lockdown
-
Hari Ke-9 PSBB Transisi, Jumlah Positif Corona di Jakarta Tambah 964 Kasus
-
Cara Sederhana Kurangi Stres di Tengah Pandemi
-
Jelang Libur Maulid Nabi, TNI/Polri Bersiaga di Lokasi Wisata Kota Serang
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City