- Rekayasa lalu lintas one way local pada Kamis (19/3/2026) berhasil mengantisipasi kepadatan puncak arus mudik Lebaran di Tol Trans Jawa.
- Kebijakan diskresi Kepolisian ini diterapkan pada Tol Semarang Seksi A, B, dan C, efektif menjaga kelancaran arus kendaraan pemudik.
- Penerapan one way local berlangsung sejak KM 414 Kalikangkung hingga KM 459 Salatiga, menjaga kecepatan rata-rata kendaraan tetap lancar.
SuaraJawaTengah.id - Puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi akan menimbulkan kepadatan luar biasa di jalur tol Trans Jawa, khususnya di wilayah Semarang, berhasil diantisipasi dengan baik berkat rekayasa lalu lintas one way local pada Kamis (19/3/2026).
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melaporkan bahwa kebijakan one way lokal yang diberlakukan atas diskresi Kepolisian di Jalan Tol Semarang Seksi A, B, dan C, terbukti efektif menjaga kelancaran arus kendaraan.
Lalu lintas terpantau lancar dan terkendali, memberikan angin segar bagi para pemudik yang ingin mencapai kampung halaman dengan nyaman.
Hingga siang hari ini, 19 Maret, penerapan one way lokal masih berlangsung mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung Jalan Tol Batang–Semarang hingga KM 459 Salatiga Jalan Tol Semarang–Solo.
Senior Manager Representative Office 2 PT Jasamarga Transjawa Tol, M. Faried Sulistamtama, menegaskan bahwa kondisi lalu lintas di wilayah Semarang terpantau tetap terkendali.
"Berdasarkan pemantauan terkini di lapangan, lalu lintas masih menunjukkan peningkatan volume, namun arus kendaraan tetap bergerak lancar. Di antaranya terpantau pada KM 427+000, kecepatan rata-rata kendaraan mencapai 74 km/jam, yang menunjukkan kondisi lalu lintas berada dalam kategori lancar,” jelas Faried melalui keterangan tertulis.
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menambahkan bahwa dampak positif one way lokal sangat terasa dalam menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan.
"Penerapan one way lokal ini membantu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih optimal, khususnya dari ruas-ruas yang saling terhubung. Dengan pengaturan ini, pergerakan kendaraan menjadi lebih terjaga dan waktu tempuh dapat lebih efisien," ujar Ria.
Data menunjukkan peningkatan volume lalu lintas yang signifikan, di mana pada Selasa, 18 Maret 2026, sebanyak 118.650 kendaraan melewati Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C, meningkat 18,29% dari lalu lintas normal sebanyak 100.303 kendaraan.
Baca Juga: Semarang Diserbu 28 Ribu Pemudik Kereta Api, Puncak Arus Mudik di Depan Mata
Meskipun terjadi lonjakan volume, kelancaran tetap terjaga, membuktikan efektivitas kebijakan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Perang terhadap Narkoba di Solo Makin Gencar, 3,5 Kg Sabu Dimusnahkan
-
Jadikan Semarang Markas Love Scamming, 4 WNA Asal Tiongkok Akhirnya Dideportasi
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
Dinkes Semarang Temukan Dugaan Pelanggaran SOP MBG, Penyebab Keracunan 707 Siswa Masih Diteliti
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo