Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 05 November 2020 | 13:49 WIB
Keluarga dan kerabat mengikuti prosesi pemakaman dalang wayang kulit Ki Seno Nugroho di Gayam, Argosari, Sedayu, Bantul, D.I Yogyakarta, Rabu (4/11/2020). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko]

Pasalnya, jauh sebelum itu, Ki Seno meminta Nizar, anak angkatnya, untuk mengajari Gadhing terkait dunia pedalangan.

“Mas Nizar sudah dianggap anak oleh beliau. Semacam menitipkan, Mas Nizar diminta untuk membimbing Mas Gadhing dalam belajar dalang," ungkapnya.

Ki Seno Nugroho meninggal dunia, Selasa (3/11/2020) pukul 22.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman.

Setelah disemayamkan di Bantul, jenazahnya dimakamkan di Makam Semaki Gede Yogyakarta, Rabu (4/11/2020) pukul 13.00 WIB.

Baca Juga: Kronologi Ki Seno Nyeri Dada hingga Akhirnya Meninggal, Sempat Muntah

Manajer Ki Seno, Gunawan Widagdo, menjelaskan bahwa sebelumnya Ki Seno sempat merasakan nyeri di dada saat bersepeda pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB hingga dilarikan ke rumah sakit dan masuk ICCU.

"Kata dokter saat itu, penyumbatan darah sudah sampai 100 persen, artinya sudah fatal. Beliau juga sempah muntah-muntah hingga akhirnya meninggal dunia," ucapnya.

Load More