SuaraJawaTengah.id - Jumlah penambahan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Magelang, Sabtu (28/11/2020) mencapai 105 orang. Total saat ini, ada 2.757 pasien terkonfirmasi dimana 1.808 diantaranya dinyatakan sembuh.
Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, dari 105 pasien positif itu, terbanyak berasal dari Kecamatan Salaman (33 orang).
Diikuti pasien dari Kecamatan Secang sebanyak 16 orang, Bandongan dan Windusari masing-masing ada 8 orang, serta Muntilan (6 orang). Kemudian dari Kecamatan Kaliangkrik (5 orang), Pakis (5 orang), serta Mertoyudan, Mungkid, Tegalrejo, dan Grabag masing-masing ada 4 orang.
"Untuk di Kecamatan Tempuran dan Ngluwar, masing-masing ada 2 orang dan satu orang tersebar di Borobudur, Sawangan, Salam, dan Candimulyo. Hari ini juga ada tambahan dua pasien terkonfirmasi yang meninggal dari Mertoyudan dan Srumbung. Dengan tambahan ini, jumlah kumulatifnya menjadi 2.757 orang. Rinciannya, 871 dalam penyembuhan, 1.808 sembuh dan 78 meninggal,” kata Nanda.
Sementara untuk pasien suspek, ada tambahan 12 orang. Namun ada 5 yang sembuh dan 7 orang alih status menjadi konfirmasi. “Untuk 7 orang itu, tersebar di Secang 2 orang. Lainnya di Salaman, Borobudur, Mungkid, Kaliangkrik, serta Bandongan, masing-masing 1 orang.”
Dengan penambahan ini, jumlah kumulatif pasien suspek Covid-19 menjadi 748 orang. Dengan rincian 41 orang dirawat, 11 menjalani isolasi mandiri, dan 696 sembuh,” ujar Nanda.
Belajar Tatap Muka di Sekolah
Terkait rencana melakukan belajar tatap muka di sekolah pada awal tahun 2021, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin mengaku akan menunggu perkembangan penanganan Covid-19.
Namun demikian Dinas Pendidikan tetap menyiapkan desain pembelajarannya sesuai protokol kesehatan. “Tetap kami siapkan desain belajar tatap muka di awal tahun. Namun tetap melihat kondisi daerah. Mengedepankan keselamatan dan kesehatan peserta didik.
Baca Juga: Hilangkan Rasa Bosan Saat Pandemi COVID-19, Lelaki Ini Buka Kafe
Aziz berharap, semoga pada Januari 2021 kondisi di daerah sudah aman, sehingga metode belajar tatap muka sudah bisa dilakukan.
Pemerintah mengeluarkan kebijakan sekolah boleh mengadakan belajar tatap muka mulai Januari 2021. Belajar tatap muka boleh dilakukan dengan syarat antara lain: sekolah mendapat persetujuan dari pemerintah daerah, kepala sekolah, serta komite sekolah (orang tua murid).
Sekolah juga harus mendata guru dan siswa yang memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid) sehingga fatal jika tertular Covid-19. Pendataan juga dilakukan terhadap siswa maupun guru yang baru saja melakukan riwayat perjalanan, serta tidak memiliki akses transportasi pribadi.
Selain wajib menyediakan perlengkapan sanitasi dan kebersihan, sekolah juga harus membatasi jumlah peserta didik. Solusi pembatasan jumlah siswa dalam kelas, dapat dilakukan dengan menerapkan jadwal belajar bergilir (shifting).
Kontributor: Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
-
Update Covid-19 Global: Kasus Virus Corona Aktif di Dunia 17,9 Juta Orang
-
Gejala Virus Corona Menyerupai Kanker Paru-Paru, Kenali Perbedaannya!
-
Top 5 SuaraJogja: Tengku Zul Ditendang dari MUI karena Bawa Pengaruh Buruk?
-
Habib Rizieq Jalani Swab Secara Diam-diam, RS Ummi Bogor Teracam Disanksi
-
Soal Swab Habib Rizieq, RS Ummi di Bogor Terancam Sanksi Keras
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Sesepuh JI Buka Suara Soal Pemberantasan Korupsi, Dibuat Usai eks Jampidsus Ditetapkan Tersangka
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja