Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 04 Desember 2020 | 08:03 WIB
Tangkapan layar debat Pilkada Solo ke-2. (YouTube/KPU Kota Surakarta)

Saat memberikan penjelasan suara Gibran sempat meninggi. Ia pun menyinggung bahwa berdialog yang dilakukan untuk mencari solusi, bukan menghina.

Tak diam saja, pasangan Gibran-Teguh memberikan serangan balik dengan mempertanyakan rencana Bajo membangun sungai dan jalur kereta bawah tanah.

Sebab, menurut mereka rencana pembangunan jalur kereta dan sungai bawah tanah tidak tepat untuk Solo yang kondisi tanahnya bekas rawa-rawa.

Selain itu butuh anggaran yang sangat besar untuk membangun proyek-proyek tersebut. Menanggapi pertanyaan pada debat putaran II Pilkada Solo itu, Bagyo Wahyono menyatakan kebutuhan anggaran pembangunan sungai bawah tanah bisa dari APBD Solo selama beberapa tahun dan iuran warga Solo.

Baca Juga: Sembuh dari Corona, Idris Tunggu Rekomendasi Medis untuk Ikut Debat Pilkada

"Anggaran kita ambil 30 persen dari APBD. Lainnya bersinergi dengan pengusaha-pengusaha Solo. Dengan membangun ini bisa bertahan sampai 100 tahun. Selama ini kan bongkar pasang saja. Kereta bawah tanah akan berlaku 100 tahun lebih. Segi bangunan jangan kira njenengan saja yang punya konsultan. Kami juga ada konsultan. Jangan mengecilkan wong cilik," papar Bagyo.

Load More