SuaraJawaTengah.id - Suara sah dari hitung cepat, menunjukan pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo atau Bajo kalah telak dengan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa.
Dilansir dari Solopos.com media jaringan Suara.com, berdasarkan hasil real count Bawaslu Solo, dari 1.231 TPS (100%), Bajo mendapat 35.302 suara atau 13,55 persen. Sedangkan Gibran-Teguh mendapat 225.148 suara atau 86,45 persen. Pasangan ini unggul pada lima wilayah kecamatan.
Data tersebut tidak berbeda jauh dengan real count dari DPC PDIP Solo yang mencatat kemenangan pasangan Gibran-Teguh dengan 225.326 suara atau 86,13 persen. Sedangkan pasangan jalur perseorangan mendapat 36.298 suara atau 13,87 persen.
Perolehan suara pasangan Gibran-Teguh juga unggul dari Bajo pada lima kecamatan berdasar real count DPC PDIP Solo. Perolehan suara Bajo ini turun dari suara sah hasil verifikasi faktual oleh KPU Solo saat tahap pendaftaran paslon dari jalur independen.
Saat itu suara sah dukungan Bajo sebagai paslon independen ketika itu mencapai 38.831 dukungan. Namun, setelah penetapan sebagai cawali-cawawali Solo dan aktif door to door ke rumah warga, suara Bajo malah turun. Apakah 3.529 pendekungnya membelot?
Persaingan Ketat
Perolehan suara Bajo berdasar real count Bawaslu dan DPC PDIP Solo juga bertolak belakang dari pernyataan Ketua Tim Pemenangan Bajo, Sigit Prawoso, beberapa hari menjelang pemungutan suara. Menurut Sigit, dukungan terhadap paslon Bajo terus bertambah.
Saat deklarasi dukungan mahasiswa lintas kampus di Resto Balekambang, Solo, Sigit menyatakan optimismenya Bajo bakal meraup 80 persen suara. Sebab ia meyakini parpol pendukung Gibran-Teguh tak bekerja all-out.
Sigit juga meyakini suara PDIP untuk Gibran-Teguh tak utuh mengingat perjalanan turunnya rekomendasi DPP PDIP kepada pasangan itu melalui pertarungan sengit. Ketika itu DPC PDIP Solo mengusulkan pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.
Baca Juga: Gibran-Teguh Unggul di Pilkada Solo versi Quick Count PDIP
Upaya Gibran mendaftar cawali Solo dari DPC PDIP Solo gagal. Akhirnya ia melawan dengan mendaftarkan diri ke DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng). Tak hanya Gibran, saat itu ada beberapa figur yang juga mendaftar sebagai cawawali lewat DPD PDIP Jateng.
Setelah melalui persaingan ketat akhirnya DPP PDIP menjatuhkan pilihan kepada pasangan Gibran-Teguh. Tak hanya PDIP, sejumlah parpol peserta Pemilu 2019 juga memberikan rekomendasi kepada pasangan Gibran-Teguh, seperti PAN, Partai Gerindra, Partai Golkar, PSI, dan beberapa parpol lainnya.
Sejumlah Faktor
Terlepas dari itu, turunnya perolehan suara paslon Bajo setelah pemungutan suara Pilkada Solo, Rabu (9/12/2020), bisa karena sejumlah fakfor. Faktor itu antara lain pendukung Bajo mengalihkan dukungan kepada Gibran-Teguh, suara pendukung Bajo tidak dihitung karena surat suara hasil pencoblosan rusak (tak sah), atau banyak pendukung Bajo tidak mencoblos.
Ketua Ormas Panji-Panji Hati atau Tikus Pithi Hanata Baris, Budi Yuwono, pada beberapa kesempatan menyatakan mempunyai metode penggalangan dukungan yang efektif karena merupakan warisan para pendahulu bangsa Indonesia. Metode itu yakni pendekatan sekasur, sedapur, dan sesumur.
Metode itu mengutamakan pendekatan kepada orang dalam lingkup terdekat para pendukung, mulai dari istri, anggota keluarga inti, hingga para kerabat. Namun pada pertarungan politik Pilkada 2020 ini tampaknya metode tersebut tak terlalu berhasil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Dukung Semangat Berbagai Generasi Muda, Semen Gresik Bersama FORSA Hadirkan Keceriaan Puluhan Siswa
-
Usai Pidato Presiden, Gubernur Ahmd Luthfi Tegaskan Satu Tujuan: Sejahterakan Rakyat
-
SMPN 1 Blora dan Dinas Pendidikan Telusuri Dugaan Perundungan Siswa Kelas IX
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Pencopotan Outsourcing Bermotif Politik
-
BRImo Makin Diminati, 49,7 Juta Pengguna dan Transaksi Rp4.166 Triliun