Scroll untuk membaca artikel
M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati
Selasa, 22 Desember 2020 | 11:41 WIB
Ibu hamil. (Shutterstock)

Selain tiga hal di atas, untuk menjaga kesehatan kondisi ibu dan bayi selama masa kehamilan, dr. Wisnu menyarankan agar ibu hamil melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui risiko anemia dan deteksi infeksi (torch, hepatitis b, HIV). Mengonsumsi susu, juga disarankan karena susu merupakan sumber kalsium alami terbaik.

"Olahraga juga dianjurkan bagi ibu hamil, seperti senam hamil dan yoga. Hindari pula paparan zat-zat kimiawi dan radiasi maupun obat-obatan yang bisa mempengaruhi perkembangan janin. Dan yang tak kalah penting, ciptakan situasi emosional yang kondusif (support suami dan keluarga)," terangnya dia.

Sebelumnya diberitakan, dalam sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @channamix.id ia menceritakan penyebab jari bayi mungilnya yang tak tumbuh dengan sempurna.

Menurutnya hal tersebut dikarenakan selama hamil, dirinya sangat jarang makan makanan bergizi dan meminum vitamin yang diresepkan dokter. Terlebih, perempuan berhijab ini tak pernah mengetahui perkembangan janinnya melalui USG.

Baca Juga: Waspada, Paparan Logam di Masa Kehamilan Berisiko Buruk untuk Ibu dan Anak

"Ini adalah perjuangan pertamaku melahirkan. Menunggu buah hati yang didambakan lahir ke dunia. Tidak pernah minum vitamin dan tidak pernah mengonsumsi makanan yang bergizi. Tidak pernah USG ," tulisnya dalam video tersebut.

"Ternyata pas lahir anakku kelainan. Jarinya tidak tumbuh sempurna. Menyesal dan sangat jadi pelajaran untukku. Tidak menghiraukan anjuran bidan dan dokter," lanjutnya.

Load More