Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 25 Desember 2020 | 16:06 WIB
Suasana GPIB Beth-El Magelang, Jumat (25/12/2020). (Suara.com/Angga Haksoro)

Pendeta Monica BS Joris Latumaerisa berpesan agar masyarakat menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Dia mengajak jemaatnya mewaspadai penyebaran hoaks terkait pandemi.

“Jangan mengikuti hoaks-hoaks itu. Itu yang akan memberikan pengaruh bagi kita, sudah takut semakin takut. Tambah takut, imunnya akan turun,” kata Pendeta Monica.

Dia meyakini apa yang terjadi saat ini adalah anugerah Tuhan dan masyarakat tinggal bekerja sama dengan pemerintah.

“Umat Kristen harus ikut peraturan pemerintah karena itu adalah bagian dari amahnya yang telah diberikan kepada kita semua.”

Baca Juga: Perayaan Natal di Cilacap, Sosok Sinterklas Menari Sufi

Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Beth-El Magelang diperkirakan dibangun bersamaan dengan pengesahan kota Magelang sebagai ibu kota Karesidenan Kedu (Besluit van Comissaris General der Nederlandsch Indie tanggal 14 Maret 1817 Nomor 4).

Gereja kemudian dikelola oleh De Indische Kerk (sebelumnya bernama De Protestantche Kerk), institusi perwalian gereja Protestan yang didirikan di Ambon, Maluku tahun 1605.

Pada masa pendudukan Belanda, gereja ini khusus diperuntukan untuk jemaat Kristen Protestan warga Eropa dan warga Ambon yang saat itu banyak menjadi serdadu.  

Hal itu yang menyebabkan GPIB Beth-El Magelang dulu sering disebut sebagai gereja Ambon. Sedangkan jemaat pribumi dibangunkan gereja lainya di daerah Kebonpolo yang didirikan tahun 1927.

Pasca kemerdekaan Indonesia, De Indische Kerk melepas tanggung jawab pengelolaan gereja dan menyerahkannya ke De Protestansche Kerk in Westelijk Indonesia (GPIB) pada 31 Oktober 1948.

Baca Juga: Masih Corona, 356 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta saat Natal

Sejauh catatan sejarah yang diketahui, bangunan gereja GPIB Beth-El Magelang belum pernah dipugar. Perawatan gedung hanya sebatas renovasi ringan dan beberapa kali pengecatan ulang.

Load More