Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 04 Januari 2021 | 16:40 WIB
Ilustrasi hujan - (Pixabay/StockSnap)

"Kami telah merangkumnya dalam Kaleidoskop Iklim Stamet Tunggul Wulung Cilacap Tahun 2020," katanya.

Dalam hal ini, kata dia, tekanan udara minimum di Stamet Tunggul Wulung tercatat 1.006,6 milibar pada tanggal 9 Desember 2020 dan maksimum 1.014,3 milibar pada 26 Agustus 2020.

Menurut dia, suhu maksimum absolut 33,8 derajat Celcius terjadi pada tanggal 29 Januari 2020 dan 23 Maret 2020, sedangkan suhu minimum absolut 21,4 derajat Celcius pada 31 Juli 2020.

"Suhu rata-rata sebesar 27,5 derajat Celcius atau lebih tinggi 0,7 derajat Celcius dari normalnya suhu pada periode tahun 1980 hingga 2010," katanya.

Baca Juga: Belum Dilantik Wali Kota Solo, Putra Jokowi Sudah Diadang Masalah Berat

Ia mengatakan kecepatan angin maksimum yang tercatat mencapai 50 kilometer per jam terjadi pada tanggal 9 Maret 2020 dan 9 Desember 2020, sedangkan kelembapan udara minum tercatat 45 persen pada 18 Februari 2020.

Menurut dia, curah hujan harian maksimum tercatat 133 milimeter pada tanggal 29 November 2020, curah hujan dasarian maksimum tercatat 437 milimeter terjadi pada dasarian ketiga bulan Oktober 2020, dan curah hujan bulanan maksimum sebesar 830 milimeter terjadi pada bulan November 2020.

"Jumlah hujan tahunan (selama 2020, red.) yang tercatat di Stamet Tunggul Wulung mencapai 4.569 milimeter. Laju penguapan harian tertinggi yang mencapai 9,1 milimeter per hari terjadi pada tanggal 30 Mei 2020," katanya.

Load More