“Wayang satu kotak (satu seri cerita) ada yang 125 sampai 150 karakter. Misal Janoko itu kalau lebih tua namanya beda (juga beda bentuk). Satu karakter itu bisa tiga bentuk wayangnya. Ini saya ambil satu saja,” ujar Sujono disela proses pengecatan wayang.
Pengecatan wayang menggunakan cat semprot, seperti yang biasa digunakan untuk mengecat mobil. Sebelumnya wayang diberi lapisan dasar flintkote untuk memudahkan pengecatan.
“Kalau tidak pakai cat dasaran akan mudah tergores. Tapi kalau sudah disemprot lapisan flintkote, cat akan lebih melekat dan tahan terhadap goresan.”
Secara umum proses tatah wayang galvalum sama dengan pembuatan wayang kulit biasa. Sujono menggambar pola wayang pada lembaran galvalum untuk kemudian dipotong dan ditatah.
Baca Juga: 27.850 Warga Mengungsi Gegara Gempa Mamuju Majene
Sujono menggunakan mata pahat yang biasa digunakan pada tatah ukir kayu. Dia memilih mata pahat yang mengandung lebih banyak kandungan baja karena media yang digunakan adalah galvalum ukuran 0,3 milimeter.
“Saya langsung buat sket di galvalum. Tidak pakai mal. Tinggal saya buat ukuran untuk menyesuaikan karakter bentuk kaki dan badan. Ukurannya rata-rata 3 kali lipat wayang kulit biasa,” ujar Sujono.
Dari segi detail, Sujono mengaku lebih sulit menatah wayang kulit dibandingkan wayang galvalum. “Lebih sulit wayang kulit karena lebih detail. Tapi ini bahaya di tangan. Banyak bahaya kena goresan karena material keras jadi harus hati-hati.”
Proses pembuatan wayang galvalum sudah masuk tahap finishing atau pengecatan. Dibutuhkan waktu 3 bulan pengerjaan hanya dengan dibantu istri dan putra sulung Sujono.
Setelah seluruh wayang selesai dibuat, Sujono sendiri yang akan menyeting tata letaknya di gapuran objek wisata edukasi di Dusun Krandan. “Rencana saat menyeting wayang galvalum ini saya nanti akan bikin ritual semacam kirab,” tutur Sujono menutup obrolan sore itu.
Baca Juga: Viral Bapak-bapak Korban Banjir Terpaksa Pakai Daster, Warganet Terenyuh
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
-
Mengintip Perayaan Cap Go Meh di Kawasan SCBD
-
Apa Itu Wayang Wong? Pentas Seni Ultah Purbalingga Terinsprasi dari Jenderal Sudirman
-
Mengenang Sosok Ki Warseno Slenk, Dalang Legendaris yang Baru Saja Tutup Usia
-
Final Mekaarpreneur, PNM Siapkan Nasabah Terbaik Terjun di Pasar Digital
-
Spekta Budaya Nuswantara: 15 Hari Pementasan Wayang Kulit Berkesinambungan Cetak Rekor MURI
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Jangan Paksakan ke Rest Area saat Arus Balik, Ini Tips Istirahat Aman dan Nyaman dari Kapolri
-
Tak Hanya THR, Desa Wunut Tunjukkan Kepedulian Nyata Lewat Jaminan Sosial
-
Nikmati Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan dari Berbagai Daerah Ramaikan Saloka Theme Park
-
Viral Tarian Bagi-bagi THR Diduga Tarian Yahudi? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Kenapa Banyak yang Menikah di Bulan Syawal? Ini Jawabannya