SuaraJawaTengah.id - Dalam video yang dibagikan netizen terlihat gelombang air laut yang naik ke daratan membikin kepanikan warga di beberapa kawasan dekat pantai di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (17/1/2021), sore.
Beberapa netizen juga membagikan rekaman video dampak gelombang tinggi di sekitar kawasan Megamas. Netizen yang lain membagikan pemandangan air naik ke jalan di sekitar kawasan Manado Town Square.
Dalam rekaman video, sejumlah orang terdengar berteriak-teriak dan sejumlah orang lainnya terlihat menyelamatkan diri dari gelombang air tersebut.
Beberapa kendaraan bermotor terkena empasan gelombang air.
Dalam foto-foto yang beredar terlihat setelah banjir rob selesai, sampah memenuhi jalan. Warga terlibat berkumpul dan agaknya mereka menjadikan peristiwa barusan sebagai tontonan.
Perkembangan informasi mengenai gelombang tinggi air laut naik ke daratan ini akan terus di-update.
Banjir dan longsor
Di tempat lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Manado Donald Sambuaga mengatakan sebanyak sembilan kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado jadi daerah terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi Sabtu (16/1/2021), dengan jumlah korban meninggal sebanyak enam orang.
"Kami sudah melaporkan ke Gubernur Sulut tentang banjir dan tanah longsor yang melanda Manado, dengan enam korban jiwa, dimana satu orang belum ditemukan," kata Donald di Manado dalam laporan Antara.
Baca Juga: Sembilan Kecamatan di Manado Disapu Banjir dan Longsor, 6 Orang Meninggal
Korban meninggal karena terjadi tanah longsor yang menutupi rumah mereka terjadi di lokasi Perkamil Lingkungan 5 sebanyak tiga orang.
Kecamatan terdampak bencana tersebut, yakni Kecamatan Singkil (lima kelurahan), Kecamatan Tuminting (lima kelurahan), Kecamatan Bunaken (satu kelurahan), Kecamatan Paal Dua (enam kelurahan), Kecamatan Tikala (empat kelurahan), Kecamatan Wenang (dua kelurahan), Kecamatan Sario (tiga kelurahan), Kecamatan Malalayang (empat kelurahan) dan Kecamatan Wanea (tiga kelurahan).
Penanganan banjir dan tanah longsor dengan mengevakuasi korban dilakukan bersama-sama oleh BPBD Sulut, Badan SAR, TNI, kepolisian, BPBD Manado, Rapi dan masyarakat di sekitar.
Berita Terkait
-
TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran
-
Megawati Baru Tiba dari Manado, Jenazah Guruh Soekarnoputra Segera Dimakamkan
-
Filipina Diguncang Gempa 7,7 SR Berpotensi Tsunami, Manado Siaga
-
Rayakan Harkitnas, BRI Manado Perkuat Literasi Keuangan dan Digital di Sulawesi Utara
-
Penyaluran KUR BRI Regional Manado Tembus Rp1,5 Triliun di April 2026
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan
-
5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran