"Hidup itu bukan soal materi saja, spiritual juga harus diasah," katanya.
Saat ini, dia sudah menjadi guru meditasi di Pudak Payung dan Vihara 2500 Budhha Jayanti, Bukit Wungkal Kasap. Bahkan, dia sudah mempunyai murid dari unsur masyarakat dengan usia belasan tahun hingga manula.
"Saya memilih Vihara 2500 Buddha Jayanti karena dari segi fisik kawasan tersebut dikelilingi hutan dan suara gemercik air sungai sangat jelas terdengar," imbuhnya.
Seperti diketahui, Vihara Buddha Jayanti didirkan oleh Bhikkhu putra pertama Indonesia, bernama Ashin Jinarakkhitha yang diupasampada (ditahbis) di Myanmar pada awal tahun 1954, lalu kembali ke Indonesia pada tahun 1955.
Adapun pembangunan vihara itu berlangsung selama 2 tahun yakni sejak 1957 hingga 1959. Proses pembangunannya dibantu oleh warga Pakintelan yang dulunya mayoritas memeluk agama Buddha.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup
-
Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG