Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Kamis, 28 Januari 2021 | 17:02 WIB
Perajin memahat patung dewa di bengkel milik Sumarno. (Suara.com/Fadil AM)

Pria yang bermukim di sentra industri seni patung dan ukir Desa Mulyoharjo, Kecamatan/Kabupaten Jepara ini menambahkan, semua jenis patung mampu dibuatnya. Mulai dari ukuran terkecil setinggi 28 sentimeter, ukuran sedang, hingga patung berukuran besar yang mencapai tinggi bermeter-meter.

"Untuk harganya bervariasi, mulai yang terkecil Rp1,5 juta rupiah hingga yang termahal puluhan juta rupiah," sebutnya.

Khusus untuk pembuatan patung dewa cina, ia menggunakan bahan baku kayu mahoni. Kayu ini dipilih karena tak mengeluarkan getah saat patung telah jadi, perawatannya pun dikatakannya cenderung lebih mudah.

Berbeda dengan kayu jati, yang lambat laun bisa bergetah meski telah melalui perlakuan khusus.

Baca Juga: Nasib Pedagang Pernak-pernik Imlek di Tangerang Saat Pandemi

"Semua proses kita lakukan secara manual. Sehingga menjadi nilai lebih. Semua patung bisa kita buat, tergantung pemesan. Memang paling banyak dari dulu sampai sekarang, ya patung dewa cina," jelasnya.

Untuk mengatasi turunnya omzet akibat pagebluk. Sumarno sempat mencoba memasarkan kerajinannya melalui salah satu platform media sosial (Medsos). Namun pasar daring, dinilainya kurang efektif.

"Online ada, tetapi kurang efektif. Banyak yang minat, hanya saja mereka selalu menawar diharga yang paling rendah," ungkapnya.

Kontributor : Fadil AM

Baca Juga: 2021: Penerimaan Negara Ditargetkan Rp1.743 Triliun

Load More