"Bayar DP dulu, karena bisa saja gagal kalau ada topik lain yang lebih besar seperti ada tokoh meninggal dunia, atau artis Korea nikah misalnya. Kalau sudah ada yang seperti itu, (topik yang diinginkan) bisa saja tenggelam," paparnya.
Bila trending topic ingin dibuat bertengger lebih lama dengan jangkauan yang lebih luas, hal tersebut sangat mungkin dilakukan. Namun, tarif yang dibutuhkan jelas jauh lebih mahal.
"Bisa saja sih dibikin trending nomor satu se-Indonesia, tapi tarifnya pasti mahal banget. Akun yang dibutuhkan lebih banyak. Saya enggak tahu besarannya kalau untuk yang itu," ungkapnya.
Memanfaatkan 'Giveaway' Tina mengatakan, saat ini membuat dan memelihara akun-akun Twitter bodong untuk menjadi buzzer adalah hal yang cukup sulit.
Pasalnya, dia mengatakan, Twitter beberapa kali sempat melakukan 'pembersihan' akun-akun bodong yang memiliki aktivitas tak wajar atau sudah lama tidak diakses oleh pemiliknya.
Hal itu dapat terjadi karena para buzzer umumnya memiliki lebih dari satu akun untuk dikelola.
Sehingga, sejumlah akun bodong yang kurang aktif digunakan dapat dihapus oleh Twitter. Belum lagi, dia mengatakan, saat ini terdapat kebijakan yang membatasi satu buah akun Twitter untuk dapat melakukan posting dalam sehari.
Alhasil, diperlukan akun-akun alternatif yang dapat berperan sebagai buzzer di luar akun buzzer anonim.
"Biasanya banyak juga yang bikin giveaway atau kuis. Kelebihannya, interaksinya organik karena memang yang ikutan adalah netizen asli. Mereka (netizen) bisa diminta untuk ikutan kuis dengan syarat nge-twit jawabannya dengan menyertakan hashtag tertentu. Nanti yang paling banyak nge-twit, dapat hadiah," paparnya.
Baca Juga: Diserang Buzzer Jokowi, JK: Bertanya Saja Tidak Boleh, Apalagi Kritik
Hadiah tersebut, dia mengatakan, adalah hadiah yang nyata. Netizen yang paling banyak melakukan posting jawaban disertai hashtag bisa mendapat hadiah oleh akun penyeleggara kuis. Hadianya beragam, dan tak jarang berupa uang cash.
"Hadiahnya ya beneran ditransfer, ada yang ditransfer sampai Rp500 ribu. Tapi orang itu sebenarnya sudah ikut dimanfaatkan untuk menjadi buzzer," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim
-
Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School
-
Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi
-
Tuntaskan Masalah Klasik Pesisir, BPGMN Bidik Program Jambanisasi Warga Pantura
-
Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa