SuaraJawaTengah.id - Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal terendam banjir, Rabu (17/2/2021). Warga tak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam rumah saat banjir melanda.
Banjir di Kabupaten Tegal melanda Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat dan Desa Pengabean Kecamatan Dukuhturi. Banjir di wilayah ini merendam ratusan rumah warga yang ada di empat perumahan yakni Perumahan Griya Santika, Mejasem Baru 2, Mejasem Baru 3 dan Vero Permai.
Ketinggian banjir yang menggenangi akses jalan dan rumah-rumah warga mencapai 50 sentimeter hingga satu meter. Banjir terjadi setelah hujan lebat sejak Selasa malam (16/2/2021) hingga dini hari. Banjir juga disebabkan meluapnya sungai Jenggot di Kabupaten Tegal.
Salah satu warga Perumahan Griya Santika, Dhanu, 36, mengungkapkan, banjir mulai masuk ke rumah sekitar pukul 02.00 WIB.
Menurut dia, air dengan cepat masuk dalam rumah sehingga sejumlah barang, seperti kasur, sofa, dan pakaian tak sempat diselamatkan.
"Ini banjir kiriman karena pas mulai masuk rumah hujan sudah mulai reda. Infonya, petugas pintu air juga telat membuka pintu air. Saat ditelpon tidak bisa-bisa, mungkin karena jam segitu (dini hari). Baru dibuka pukul 06.00 WIB, air sudah terlanjur masuk," ujarnya kepada SuaraJawaTengah.id, Rabu (17/2/2021).
Menurut Dhanu, banjir kali ini merupakan yang terparah karena sampai masuk ke dalam rumah dan di beberapa titik ketinggiannya mencapai satu meter.
"Biasanya tidak pernah banjir. Kalau banjir paling ketinggiannya 20 sentimeter. Ini banjirnya juga penuh lumpur," ujar pria yang sudah sekitar 10 tahun tinggal di Perumahan Griya Santika ini.
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Muhamad Ramedon mengatakan, terdapat 136 kepala keluarga yang terdampak banjir di Desa Mejasem Barat.
Baca Juga: Dianggap Tak Punya Solusi Soal Banjir, DPRD Tolak Isnawa Jadi Walkot Jaksel
"Ada 15 KK yang sempat mengungsi ke masjid dan rumah ketua RW," ujarnya.
Menurut Ramedon, selain di Desa Mejasem Barat dan Pengabean, banjir akibat intensitas hujan yang tinggi juga melanda Desa Pegirikan, Kecamatan Talang.
"Banjir mulai terjadi sekitar pukul 21.30 karena hujan deras. Banjir besar dari DAS sungai Gung tiba-tiba masuk ke rumah-rumah warga sehingga warga langsung menyelamatkan diri," ujarnya.
Berdasarkan pendataan PMI, terdapat lima rumah warga yang terdampak paling parah. Salah satu di antaranya bahkan mengalami kerusakan.
"Ada satu rumah warga yang tembok ruang belakangnya jebol diterjang banjir," ungkap Ramedon.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
Terkini
-
Pertamina Siaga Penuh! Layanan Ekstra dan Antisipasi Dua Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Jateng
-
Momen Penuh Makna, Danantara Rayakan Ultah Pertama dengan Hadiah Fantastis untuk Pelajar
-
Jangan Sampai Motor Mogok di Jalan! Ini 4 Titik Krusial yang Wajib Dicek Sebelum Mudik Lebaran
-
5 Fakta Aksi Napi Lapas Nirbaya Nusakambangan yang Kabur dan Ditangkap Warga
-
Daftar Diskon Tol Mudik Lebaran 2026: Rute dan Tarif Terbaru Menuju Jawa Tengah dan Jogja