SuaraJawaTengah.id - Efri Arsyad Rizal (21) mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sukses mengerjakan skripsi tanpa revisi meski sempat kesulitan bayar kuliah.
Selain mendapatkan predikat skripsi tanpa revisi, skripsi yang dia buat juga berhasil menjadi skripsi terbaik di tingkat Universitas.
"Saya bersyukur skripsi saya meraih predikat skripsi terbaik tanpa revisi di UIN Walisongo," jelasnya kepada suara.com, Sabtu (20/2/2021).
Meski begitu, ketika awal kuliah dia nyaris tak dapat melanjutkan kuliah lantara tak mampu membayar biaya semesteran. Apalagi, orang tua Efri tinggal seorang ibu yang bekerja sebagai guru swasta di Bali.
"Pernah hampir putus kuliah karena kesulitan ekonomi, orang tua saya kan tinggal ibu saya dan kerjanya hanya guru swasta," ucapnya.
Tekat untuk meraih predikat skripsi terbaik itu berawal ari dorongan orang tua yang menginginkan Efri menempuh pendidikan di pperguruan tinggi luar negeri.
"Iya ada dorongan dari orang tua saya yang menginginkan saya untuk kuliah di luar negeri," imbuhnya.
Pria asal Bali itu mengambil jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuludin dan Humaniora (Fuhum) dengan skripsi yang berjudul “Vernacularization Analysis Toward Cakepan Suci Al-Qur’an Salinan Ring Basa Bali”.
"Saya mengerjakan skripsi itu dalam kurun waktu satu tahun," katanya.
Baca Juga: Viral! Curhatan Mahasiswa Skripsi Harus Bawa Tanaman Hias oleh Oknum Dosen
Prestasi yang ia peroleh saat ini, tidak didapatkannya secara instan. Efri mengaku mendapat insprisi skripsi sejak liburan semester satu.
"Saat itu saya tengah belajar bahasa di Pare dan bertemu salah satu tentor yang menunjukkan sebuah PDF Al-Qur’an berbahasa Bali," ujarnya.
Efri pun tak meyangka, jika penulis Al-Qur’an berbahasa Bali itu ternyata dari Kalangan Ahmadiyah. Dirinya pun sudah tahu betul Ahmadiyah kerap dicap sebagai aliran sesat.
Akan tetapi baginya, Ahmadiyah memiliki kontribusi besar untuk Islam, khususnya untuk masyarakat Bali, ditandai dengan terciptnya Al-Qur’an terjemahan bahasa Bali.
"Meski tidak terjadi penolakan, namun penyebaran terjemahan ini terbilang masif," katanya.
Catatan Redaksi:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Warga Jateng Wajib Tahu! Pemprov Bebaskan Denda Pajak dan Pajak Progresif, Ini Jadwalnya
-
Dana Investor Miliaran Dipersoalkan, Proyek Perumahan Syariah Berujung Laporan Terhadap Oknum Dosen
-
BRI Kian Aktif Dorong Program 3 Juta Rumah Lewat Penguatan Ekosistem Perumahan
-
Candi Gedong Songo Jadi Sorotan, Titik Bor PLTP Gunung Ungaran Belum Ditentukan
-
Kasus Jasad Bayi di Bandungan Jadi Alarm Keras, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Pergaulan Remaja