Scroll untuk membaca artikel
Siswanto
Kamis, 01 April 2021 | 12:41 WIB
Kapolsek Ciracas Jupriono saat mengunjungi rumah keluarga terduga teroris ZA, Jakarta, Kamis (1/4/2021). ANTARA/Yogi Rachman

“Oleh anggota ditunjukkan. Namun kemudian yang bersangkutan kembali melakukan penyerangan yang ada di pos jaga,” kata Listyo dalam laporan Antara.

Menurut polisi, ZA merupakan lone wolf yang memiliki ideologi ISIS. Hal ini ditunjukkan dari hasil profiling di media sosialnya didapati tulisan-tulisan yang terkait dengan perjuangan jihad.

Bahkan, sebelum melancarkan aksi penyerangan, ZA memposting di akun Instagram bendera ISIS.

“Yang bersangkutan ini adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi ISIS. Yang dibuktikan postingan yang bersangkutan di media soaial, yang bersangkutan memiliki akun IG yang baru dibuat 21 jam yang lalu. Dimana di dalamnya ada bendera ISIS,” kata Listyo.

Baca Juga: Aksi Teror Terjadi Lagi, Tingkat Keamanan Mabes Polri Dipertanyakan

ZA merupakan mahasiswa salah satu universitas swasta, namun drop out pada semester lima perkuliahan.

Ketika melakukan penggeledahan di rumah ZA, anggota Densus 88 Antiteror menemukan sepucuk surat wasiat ZA yang ditujukan kepada orang tuanya.

“Ditemukan di rumahnya surat wasiat, dan ada kata-kata di WAG keluarga, kalau yang bersangkutan akan pamit,” kata dia.

Atas kejadian ini, Listyo meminta agar jajarannya tetap memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat, namun meningkatkan pengamanan di seluruh tingkatan.

“Tingkatkan keamanan di markas komando maupun yg bertugas di lapangan,” kata Listyo. [Antara]

Baca Juga: Ayah Zakiah Aini: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun

Load More