SuaraJawaTengah.id - Usai terjadinya aksi terorisme bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan Mabes Polri, gelombang penangkapan terduga teroris terjadi di Jawa Tengah.
Di Jateng, bahkan ada enam orang terduga teroris yang diringkus aparat Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Mereka diduga terlibat aksi teror di Makassar maupun di Mabes Polri.
Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, saat dijumpai wartawan di sela peluncuran program orang tua asuh dan anak asuh pelajar/mahasiswa Papua di Hotel Patra, Kota Semarang, Selasa (6/5/2021).
“Kita sudah ada enam [terduga teroris] di wilayah kita yang ditangkap. Sekarang sedang didalami, terutama oleh Densus 88,” ujar Kapolda dilansir dari Semarangpos.com.
Meski demikian, Kapolda tidak menyebutkan secara detail lokasi penangkapan enam terduga teroris itu. Ia hanya menyatakan jika para terduga teroris itu memiliki kaitan dengan kelompok teroris lama dan baru.
“Ada yang [kelompok] lama dan baru,” ujar mantan Kapolresta Solo itu.
Sementara itu terkait pengamanan tempat ibadah, terutama gereja saat pelaksanaan hari raya Paskah, akhir pekan lalu, Kapolda Jateng menyatakan tidak ada kendala.
Proses pengamanan berjalan aman dan lancar dan tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan.
“Secara keseluruhan berjalan aman dan terkendali pada pengamanan Paskah kemarin. TNI dan Polri sudah bekerja sama mengamankan seluruh gereja, baik pengamanan secara protokol kesehatan maupun detektor,” terangnya.
Baca Juga: Dirlantas Polda Jateng: Mau Mudik Harus Ijin Gubernur
Seperti diketahui, sejumlah aksi teror terjadi di Indonesia pada pekan lalu atau sebelum hari raya Paskah berlangsung.
Beberapa aksi teror itu antara lain peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Selanjutnya, penyerangan Mabes Polri oleh seorang perempuan berinisial ZA pada Rabu (31/3/2021).
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja
-
Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang