- Ratusan siswa SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis.
- Dinas Kesehatan mengerahkan puluhan ambulans untuk mengevakuasi korban ke beberapa rumah sakit karena puskesmas mengalami kelebihan kapasitas.
- Badan Gizi Nasional menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Kondisi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gembong dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pati penuh kecamuk.
Jam istirahat yang seharusnya penuh riang gembira, kini pemandangannya dipenuhi tangis dan jatuh korban akibat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ratusan anak-anak dari dua satuan pendidikan itu diduga mengalami berbagai keluhan usai memakan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong.
Ratusan anak pun dilarikan ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat, bahkan ada yang dirujuk ke rumah sakit.
Tampak anak-anak terkapar di bed rumah sakit. Mereka merasakan mual, pusing, bahkan sampai muntah.
Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, para siswa-siswi yang telah menyantap menu MBG ini mengalami berbagai gejala kesakitan. Mereka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo, RS Mitra Bangsa, dan RS Keluarga Sehat Hospital (KSH).
"Kami meninjau adik-adik, anak-anak SMPN 1 Gembong dan MTs N 3 Pati terkait MBG. Semua tertangani dengan baik, sudah kita evakuasi ke sini setelah Puskesmas overload. Kita arahkan Soewondo, sebagian Mitra Bangsa," jelasnya kepada awak media saat meninjau pasien korban santap MBG di RSUD Soewondo Pati, didampingi Direktur RSUD Soewondo Pati, dr. Ahmad Husin dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dwi Risma, siang ini.
Ia melihat bahwa anak-anak dirawat intensif di rumah sakit. Ada pun mereka yang mengalami gangguan berat, sedang, maupun ringan.
"Ini perawatan kami pantau dari Puskesmas Gembong, RSUD Soewondo, dan RS Mitra Bangsa tidak ada gejala berat, ada gejala mual, diare, pusing, lemas. Gak ada yang pingsan. Semoga tertangani dengan baik," katanya.
Baca Juga: Massa dari Pati Bergerak, dari Daerah untuk Indonesia Bawa Pesan untuk Rakyat
Sebanyak 29 ambulans dikerahkan untuk evakuasi korban MBG dari sekolah ke faskes. Ketika dirawat, korban MBG pun akan dibantu biaya perawatannya oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN).
"Dana biaya pengobatan orang tua tidak dikenakan, semua ditanggung BGN," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tak memiliki kewenangan untuk mengintervensi BGN. Namun, pihaknya akan berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Pati.
"Penindakkan itu kewenangan BGN. Kami tidak bisa menyampaikan itu. Kami lebih ke bagaimana menangani pasien," urainya.
Sementara itu, Direktur RSUD Soewondo, dr. Ahmad Husin menyebut tenaga kesehatan (nakes) RSUD Soewondo melakukan penanganan secara intensif pada korban santap MBG. Bahkan kondisi ruangan penanganan dan bed sempat kekurangan.
"Tertangani semua, kalau untuk kekurangan bed dipinjami tertara. Yang masuk fluktuatif 138 masuk. Kalau yang berat muntah lebih 10 kali kita infus," sebutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
-
Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo
-
Misi Promosi Liga 1 Dimulai! Kendal Tornado FC Bidik 3 Poin di Surabaya