SuaraJawaTengah.id - Peristiwa 20 tahun lalu itu masih membekas di ingatan Sersan Dua atau Serda Mugiyanto. Saat ranjau meledak dan menghilangkan kaki kanannya.
Tepatnya pada 26 November 2001. Menjelang bulan Ramadan. Serda Mugiyanto yang saat itu masih berpangkat kopral, berpatroli di daerah Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Serda Mugiyanto saat itu salah satu personel Batalyon Infanteri Raider 408/Suhbrastha, Sragen yang diterjunkan untuk melakukan pengamanan daerah rawan di Ambon.
Waktu itu Karang Panjang, Kudamati, Gudang Arang, dan Air Salobar termasuk daerah rawan yang menjadi konflik Ambon. Wilayah itu dihuni sekitar 1.500 warga Kristen yang mengungsi akibat kerusuhan Ambon sejak 25 April 2001.
Sedangkan warga Muslim yang berjumlah sekitar 500 orang, mengungsi di Taman Hiburan Rakyat Kelurahan Wayhaoang dan Masjid Al Fatah.
“Saya kena di Karang Panjang di suatu lahan di sana. Kena ranjau, kaki langsung putus,” kata Serda Mugiyanto, Rabu (7/4/2021).
Selama seminggu dirawat di Rumah Sakit Tingkat II Kota Ambon, Mugiyanto tak sadarkan diri. Setelah siuman, Mugiyanto diterbangkan ke Jakarta untuk melanjutkan perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.
Butuh waktu 6 bulan masa penyembuhan dan pemulihan, sebelum Mugiyanto mendapatkan bantuan kaki palsu. Trauma akibat insiden tersebut menghantuinya hingga ia dipulangkan ke rumah.
“Pasti trauma. Saya berangkat sehat, kakinya dua. Pulang kakinya satu. Dari anggotanya seribu personel yang kakinya satu hanya saya. Satu desa yang kakinya satu ya cuma saya. Pasti mental drop.”
Baca Juga: Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Sejumlah Desa di Magelang Hujan Abu
Agar tidak terus tenggelam dalam trauma, Mugiyanto menyibukkan diri terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi penyandang disabilitas. Perlahan kepercayaan dirinya kembali tumbuh.
Dia melihat masih banyak penyandang disabilitas yang kondisinya lebih parah, namun bisa bangkit. “Saya melihat, mohon maaf, banyak penyandang disabilitas hanya mencari proposal bantuan dan lain-lain. Saya akan membuktikan bahwa kekurangan dan keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berkarya dan berprestasi.”
TNI Penangkar Bibit Kelengkeng
Dengan terpincang, Mugiyanto berjalan mengelilingi kebun kelengkeng sambil menerima video call. Sesekali kamera telepon genggamnya diarahkan ke gerumbulan kelengkeng yang mulai ranum.
“Siap. Ini mungkin sekitar sebulan lagi matang. Nanti saya siapkan bibitnya,” kata Mugiyanto kepada orang di seberang sambungan telepon yang disebutnya sebagai salah satu petinggi Dinas Penerangan Angkatan Darat.
Nada perbincangan mereka terlihat akrab. Sersan Dua Mugiyanto tak tampak gugup mengimbangi obrolan dengan atasannya yang terpaut jauh jenjang kepangkatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Video Remaja Acungkan Celurit di Underpass Joglo Viral, Polisi Amankan Dua Pelajar
-
Jenazah Dua Korban Kapal Virgo Transport 8 di Kudus, Kakak Adik Masih Terpisah
-
Jaksa Soroti THR Rp568 Juta, Bupati Nonaktif Cilacap Syamsul Auliya Rachman Dituntut 7 Tahun Penjara
-
Nekat! Pelajar SMP di Magelang Rampok dan Aniaya Guru Sendiri Pakai Linggis
-
Jualan 30 Menit Langsung Ludes! Berkah Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Bikin Ketiban Rezeki