Dengan kondisi pandemi seperti ini tentu saja mengubah pola tradisi masyarakat yang sudah terbentuk. Sulam, bersama warga desa yang lain, sempat mengurangi aktivitas. Namun belakangan, pemerintah Kabupaten Banyumas mulai dilonggarkan dan menjadi angin segar bagi warga yang kerap melakukan kegiatan gotong royong ini.
"Untuk kunjungan ke sini pada awal-awal (pandemi) sangat berkurang. Tapi semakin kesini karena mungkin sudah dilonggarkan mulai aktif. Cuma ya belum normal kaya dahulu," jelasnya.
Masjid Saka Tunggal sendiri memiliki tiga juru kunci. Namun saat ini baru diisi dua juru kunci karena salah satu juru kunci nya meninggal dunia. Sistem juru kunci yang ada sudah ditentukan dari garis keturunan.
Hingga kini, tradisi penjarohan atau ziarah masih terus dilestarikan oleh masyarakat sekitar Masjid Saka Tunggal. tradisi ini bertujuan menghormati leluhur, dan biasa digelar setiap tanggal 26 Rajab. Dalam kegiatan tersebut biasanya warga bergotong-royong mengganti pagar bambu yang mengelilingi masjid dan juga makam sekitar masjid.
"Yang dimaksud jaroh itu adalah agar dijaga antara njaba lan njero atau menjaga luar dan dalam. Artinya kita menjaga tali silahturahmi dengan sesama dan juga menjaga kepercayaan kepada Allah," ujarnya.
Selain tradisi tersebut, Pemkab Banyumas juga memasukkan Festival Rewanda Bojana menjadi salah satu kalender wisata tiap tahunnya di Masjid Saka Tunggal. Sudah sekitar lima tahun festival ini terlaksana dengan berbagai penyempurnaan tiap tahunnya. Festival ini merupakan pemberian makanan bagi monyet setempat dengan mengarak gunungan buah dan sayuran.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter
-
Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting
-
Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin