Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 04 Mei 2021 | 10:45 WIB
Kepala DKK Sragen dr. Hargiyanto (dua dari kiri) berdialog dengan bidan desa dan Kepala Puskesmas Karangmalang Sragen dr. Haris Almaca (kiri) terkait dengan hasil tracing pada klaster masjid di wilayah Desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen, Senin (3/5/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

“Tracing pertama 11 orang, tujuh positif. Tracing kedua 21 orang, tiga positif. Tracing ketiga tiga orang, semua positif. Selain itu ada juga yang swab test mandiri sebanyak 10 orang,” ujarnya.

Kepala Desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen, Bekti Priyo Sambodo, mengatakan untuk antisipasi penyemprotan disinfektan dilakukan setiap dua hari sekali.

Dia menyebut disinfektan disediakan pemerintah desa. Bekti mencatat di Pelemgadung ada 15 masjid. Dia mengingatkan kepada pengurus masjid lainnya agar kasus di satu masjid yang menjadi klaster itu harus menjadi pelajaran supaya tidak muncul klaster masjid lagi.

Baca Juga: Muncul Klater Masjid di Karanganyar, Tenyata Ini Awal Penyebaran Covid-19

Load More