SuaraJawaTengah.id - Pandemi COVID-19 belum juga berakhir, tetapi varian-varian baru virus Corona bermunculan. Lalu apa yang harus kita lakukan?
Untuk melindungi diri dari varian-varian baru dari virus penyebab COVID-19, maka yang utama perlu dilakukan adalah konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes), menjaga kesehatan imun dan menjaga iman.
Hal itu diungkapkan dokter Klinik Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA dr Maria Ulfa.
"Tidak perlu panik dengan strain baru tapi tetap meningkatkan kewaspadaan," kata Penanggung Jawab Klinik Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dr. Maria Ulfa dalam acara virtual Ranger Talk: Mewaspadai Lonjakan Kasus Positif COVID-19 Pascalebaran, Jakarta, Sabtu (29/5/2021).
Baca Juga: Kemendikbudristek Sebut Butuh 9 Tahun Kejar Pelajaran di Sekolah Akibat Pandemi
Maria menuturkan upaya pencegahan utama dalam mencegah penularan COVID-19 adalah tetap disiplin melakukan protokol kesehatan 5M, menjaga kesehatan imun dengan makanan gizi seimbang seperti cukup karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah, cukup istirahat dengan tidur yang cukup yakni delapan jam sehari, tetap berolahraga teratur, banyak minum air mineral.
"Dan jangan lupa berdoa untuk kesehatan keselamatan kita sendiri, keluarga, saudara-saudara, dan rekan-rekan," ujarnya.
Protokol kesehatan 5M mencakup memakai masker, selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan, senantiasa menghindari kerumunan/keramaian, dan membatasi mobilitas.
Maria juga mengajak untuk ikut mendukung program vaksinasi dengan mengikuti vaksinasi yang ada.
Vaksinasi berfungsi untuk menciptakan imunitas tubuh sehingga mampu melawan infeksi virus penyebab COVID-19. Dengan imunitas yang terbentuk, maka seseorang tidak akan jatuh pada kesakitan yang parah, dan pada gilirannya menurunkan angka kematian.
Baca Juga: Mengerikan! 95 Warga Sumut Terpapar Covid-19 dalam Sehari, Paling Banyak dari Medan
Saat ini ada lima variant of concern (VOC) varian virus penyebab COVID-19 yang sudah ditemukan di dunia yakni varian Inggris, varian Afrika Selatan, varian India, varian Brazil, dan varian California.
Berita Terkait
-
Skandal Raffi Ahmad Sang Utusan Khusus Presiden: Digugat ke Pengadilan saat Pandemi Covid-19
-
Sebut WHO Rancang Pandemi Baru, Epidemiolog UI Tepis Ucapan Dharma Pongrekun: Itu Omong Kosong
-
Dharma Pongrekun Sebut Penyebab Tanah Abang Sepi Akibat Pandemi Covid-19
-
Kawal Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, 10 Tahun Jokowi Catat Kemajuan Pesat Bidang Telemedicine
-
Dampak Lanjutan Pandemi Covid-19 di Australia: Total Ada 8.400 Meninggal Dunia
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Habbie, UMKM Minyak Telon Binaan BRI Tampil dengan Prestasi Keren di UMKM EXPO(RT) 2025
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025