SuaraJawaTengah.id - Kasus penularan Covid-19 di Kudus menjadi perhatian banyak pihak. Virus corona varian baru disebut-sebut memiliki tingkat penularan yang sangat cepat.
Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Riris Andono Ahmad MPH, Ph.D mengatakan, protokol kesehatan adalah hal yang mutlak dilakukan untuk menekan penularan di Kabupaten Kudus.
Selain itu, menghentikan mobilitas masyarakat harus segera dilakukan jika ingin penularan Covid-19 varian baru di Kudus dapat teratasi.
" 3M sebenarnya memproteksi kita terhadap Virus, kemudian dengan 3T kita bisa menumukan yang terinfeksi dan memisahkan orang tersbut. Namun kita memiliki keterbatasan testing dan isolasi. Ini mempengaruhi orang orang yang infeksius. Maka langkah selanjutnya menghentikan mobilitas. Virus tidak akan bergerak kemana-mana," katanya pada acara Webinar Varian Virus Corona Delta di Kudus: Kenali dan tingkatkan kesiapan diri, komunitas dan sistem pelayanan kesehatan yang digelar oleh Pusat Kedokteran Tropis UGM dan PP KAGAMA, Rabu (16/6/2021).
Andono menyebutkan menghentikan mobilitas masyarakat dinilai sangat penting. Menurutnya dengan menghentikan pergerakan masyarakat, dapat memutus rantai penularan Covid-19 varian baru yang diketahui bermutasi sangat cepat.
"Kenapa mobilitas penting dalam penularan covid-19? jadi ketika terjadi peningkatan kasus, mobilitas pasti akan naik seperti lebaran kemarin. Kita harus menghentikan mobilitas itu hingga 75 persen," ucapnya.
Menurut Epidemiolog UGM tersebut, PPKM mikro tidak efektif untuk menghentikan penularan. Ia menyebut, mobilitas 70 persen masyarakat di Kabupaten Kudus harus berhenti.
"Mobilitas micro tidak akan efektif, sebab penularan sudah meluas. Kita perlu menghentikan mobilitas. Penularan akan semakin tinggi saat mobilitas dilonggarkan, 70 persen mobilitas polulasi harus dihentikan 2 kali periode infeksius atau 3 minggu," ujarnya.
Selain itu, cara terakhir menghentikan penularan di Kabupaten Kudus adalah dengan vaksinasi. "Vaksin, adalah senjata utama," tegasnya.
Baca Juga: BOR di Kabupaten Kudus Tinggi, Rumah Sakit Masih Dipenuhi Pasien Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya