SuaraJawaTengah.id - Pandemi Covid-19 datang secara tiba-tiba. Tak ada pengalaman yang memadai untuk melawan ganasnya virus Corona.
Namun demikian, Jawa Tengah memiliki motivasi tersendiri dalam menghadapi Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum usai. Motivasi itu adalah Jogo Tonggo.
Melalui diskui Dari Desa Melawan Pandemi Global Covid-19, "Pengalaman Jogo Tonggo" kita akan membedah bagaimana sebuah desa di Banyumas melawan ganasnya virus corona.
Diskusi ini menghadirkan Wasis Setya Wardhana. Ia adalah koordinator tim relawan lawan Covid-19 Desa Karangnangka Banyumas.
Diketahui, Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, bakal dijadikan percontohan penanganan pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Banyumas. Pasalnya, desa tersebut memiliki sistem tanggap bencana yang dinilai bekerja dengan efektif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Perbaiki Pencahayaan, Kontras, dan Warna Secara Mulus Melalui Alat Peningkat Video
-
Bukan Sekadar Bantuan, BRI Ungkap Strategi Jitu Perkuat Ekonomi Desa Lewat Program Desa BRILiaN
-
KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Pati Sudewo, Kasus Korupsi Makin Terkuak!
-
Banjir Landa Pantura Pati-Juwana: Hindari Kemacetan dengan Jalur Alternatif Ini!
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari