SuaraJawaTengah.id - Sebagian orang mungkin senang melakukan sexting dengan pasangannya. Sexting merupakan aktivitas mengirim atau mengunggah foto telanjang maupun setengah bugil atau mengirim pesan teks dengan tujuan membangkitkan birahi.
Menurut sebuah penelitian, orang yang suka sexting cenderung punya kepribadian narsistik. Sebuah tim peneliti Internasional telah menemukan bahwa mereka yang suka sexting cenderung mempunyai kepribadian narsisme dan machiavellianisme.
Anda mungkin sudah paham dengan narsisme yang biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang dengan ego dan kurang empati. Sedangkan, machiavellianisme biasanya mengaku pada orang yang senang memanipulasi dan mengeksploitasi orang lain.
Para peneliti telah melakukan survei mengenai hal ini terhadap lebih dari 6.000 peserta di 11 negara. Mereka membedakan tiga jenis sexting, yakni eksperimental, berisiko dan parah.
Sexting eksperimental adalah pertukaran konten seksual yang masih tergolong standar karena banyak dilakukan orang-orang dan mungkin cuma sekadar konten seksual sehari-hari.
Sexting berisiko adalah aktivitas pertukaran konten seksual yang dilakukan sambil minum alkohol dan bertukarnya dengan orang tidak dikenal secara online.
Selanjutnya, sexting parah mengacu pada perilaku yang lebih berbahaya, utamanya karena berbagi konten seks secara publik tanpa meminta persetujuan orang lain. Bahkan, sexting parah ini dapat dilakukan secara paksa atau di bawah tekanan pasangan maupun teman.
Studi ini kemudian melihat hubungan antara faktor kepribadian narsisme dan machiavellianisme dengan ketiga jenis sexting tersebut.
Para peneliti menemukan bahwa sexting eksperimental, berisiko dan parah dikaitkan dengan machiavellianisme, tapi bukan termasuk psikopat.
Baca Juga: Tes Kepribadian Bersih-bersih Rumah, Bisa Tunjukkan Arti Cinta Ideal
Ada juga perbedaan hasil analisis antara pria dan wanita. Laki-laki disebut lebih mungkin melakukan sexting berisiko dan sexting parah. Selain itu, laki-laki juga lebih sering melakukan sexting di bawah tekanan dari pasangan.
"Saat ini, sexting sudah menjadi fenomena yang semakin umum di kalangan remaja dan dewasa muda. Sayangnya, sangat sedikit penelitian yang menyelidiki peran faktor kepribadian maladaptive dalam sexting," papar para peneliti, mengutip Metro UK.
Secara umum, penelitian ini memberi bukti empiris bahwa perilaku sexting yang berbeda diprediksi oleh ciri-ciri kepribadian narsisme dan machiavellianisme.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
-
BRI Peduli Bangun Saluran Air di Desa Depok, Wujudkan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan