Ronald Seger Prabowo
Bek Denmark Simon Kjaer (tengah) mengikuti sesi latihan di tempat latihan Tottenham Hotspur, London, pada (6/7/2021). [Paul ELLIS / AFP]

SuaraJawaTengah.id - Kembali lagi bertanding di kandang sendiri, di Stadion Wembley, Inggris termotivasi ekspektasi tinggi yang didorong performa yang terus meningkat, sedangkan Denmark yang pernah dua kali mengalahkan Inggris di Wembley pada September 1983 dan Oktober 2020 memiliki daya tahan tinggi alias lagi terbakar energi bangkit.

Emosi dipastikan membuncah di lapangan Wembley nanti. Pasukan Gareth Southgate masuk semifinal dengan bekal tak terkalahkan dalam lima laga dan satu-satunya tim Euro 2020 yang tak pernah kebobolan. Ini yang membuat pasukan Three Lions menatap cerah semifinal Euro 2020 ini.

Tapi Denmark tak kalah bersemangat karena walau kalah dalam dua laga pertamanya, mereka melesat tinggi bersama kemenangan-kemenangan besar setelah itu yang dipicu oleh energi bangkit Christian Eriksen yang tumbang terkena serangan jantung dalam laga pertama.

Tim asuhan Kasper Hjulmand sudah mencetak 11 gol yang 10 di antaranya disarangkan pada tiga laga terakhir. Jumlah gol ini lebih besar dari yang dibuat tim Denmark yang mencapai semifinal Euro 1984 dan 1992.

Baca Juga: Persiapan Timnas Denmark dan Inggris Jelang Semifinal Euro 2020

Ledakan beruntun pasukan Dinamit kini ditunggu penggemar sepak bola di penjuru dunia.

“Saya kira kami sedang dalam posisi yang amat sangat bagus pada saat kami mengawali turnamen ini, kami sudah bersiap matang sekali,” kata Hjulmand seperti dikutip AP.

Denmark masih akan bermain dalam emosi karena energi bangkit Eriksen yang sejauh ini telah menginspirasi perjalanan Tim Dinamit untuk terus menang.

Semifinal ini terjadi 55 tahun sejak Inggris mencapai satu-satunya final turnamen besar pada Piala Dunia 1966 yang juga di Wembley.

Namun sejak Gareth Southgate menjadi manajer, Inggris sukses melangkah ke semifinal Piala Dunia dan Nations League, tapi keduanya gagal karena dijegal oleh Kroasia dan Belanda.

Baca Juga: Dibalik Optimisme Tinggi, Inggris Punya Rekor Buruk Kontra Denmark

“Kami tak pernah bisa mencapai final Kejuaraan Eropa, jadi kami bisa menjadi tim pertama (yang mencapai final) yang akan sungguh menyenangkan semua orang,” kata Southgate seperti dikutip Reuters.

Komentar