- Dua tersangka berinisial TI dan DPP membunuh bos konter HP Chandra Waskita di Ambarawa pada 6 Agustus 2026.
- Polisi menangkap kedua pelaku di lokasi berbeda pada 7 Agustus 2026 setelah mereka merampok ponsel dan membuang jasad korban ke Grobogan.
- Akibat perbuatan tersebut, kedua tersangka kini ditahan dan diancam dengan pidana penjara seumur hidup.
SuaraJawaTengah.id - Dua tersangka pembunuhan Chandra Waskita (25) bos konter HP Royal Phone Ambarawa, Kabupaten Semarang, mengungkap alasan terjadinya insiden itu. Satu di antaranya adalah teman korban.
Masing-masing pelaku; TI (25) warga Dusun Bunder, Kecamatan Kebondowo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang dan DPP (20) warga Perumahan Griya Ambarawa, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengemukakan pada Rabu (5/8/2026) sekira pukul 21.00 WIB, tersangka DPP sempat mendatangi konter milik korban, berpura-pura menanyakan keberadaan korban.
Salah satu karyawan konter menyebut korban masih berada di Salatiga. DPP kemudian pulang, bertemu tersangka TI sekira pukul 23.00 WIB di rumah DPP untuk merencanakan perampokan itu.
Selain merencanakan aksi, mereka menyiapkan sejumlah alat, di antaranya; karambit, linggis dan palu. Mereka ke TKP konter berboncengan sepeda motor.
“Alat-alat itu disiapkan untuk antisipasi jika korban melakukan perlawanan,” kata Bodia di Mapolres Semarang kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).
Pada Kamis (6/8/2026) sekira pukul 01.30 WIB, dua tersangka menunggu di sekitar konter. Korban dan satu orang lain tampak tiba di konter, tak lama satu orang lain itu pulang.
Sekira pukul 03.00 WIB, saat korban seorang diri di konter, dua tersangka itu mendatanginya. Berpura-pura akan membeli ponsel. Tersangka TI masuk lebih dulu, disusul tersangka DPP.
Membeli ponsel di dini hari itu tidak dicurigai korban, karena salah satu tersangka sudah dikenal korban. Tersangka ini berjualan makanan di dekat konter korban. Beberapakali korban membeli di sana.
Baca Juga: Kematian Lansia di Banyumas Terungkap, Diduga Dibunuh Istri Sendiri
Berpura-pura memilih ponsel, mereka juga mengobrol dengan korban untuk mengalihkan maksud asli perbuatannya. Sekira pukul 05.00 WIB, tersangka DPP mengeluarkan palu dari dalam tas langsung menghantam kepala bagian belakang korban hingga tersungkur.
Tersangka TI juga ikut memukul kepala korban dengan palu, sebanyak 5 kali.
“Di situlah korban meninggal dunia,” lanjut Bodia.
Bersihkan Darah di TKP
Setelah korban tak bergerak, dua tersangka ini mengambil sejumlah ponsel dari sana hingga mencabut 3 kamera pengawas alias CCTV.
Mereka juga sempat membersihkan TKP dengan alat pembersih lantai, berusaha menghilangkan jejak darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!
-
Tiga Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Jalani Tes DNA di Solo, Menanti Kepastian Identitas
-
Diduga Intip dan Merekam Wanita di Kamar Mandi GOR Sritex Arena, Pria Ini Diamankan Polisi
-
Viral Mobil Mewah Halangi Ambulans di Solo, Sosok Pengemudinya Bikin Geleng-geleng
-
Stunting Jateng Turun Jadi 9,93 persen, Ahmad Luthfi Jadikan Demak dan Semarang Percontohan Nasional