SuaraJawaTengah.id - Pesona Gusti Nurul, Puteri Mangkunegaran memang sudah diakui banyak pihak. Gusti Nurul sempat dijuluki bidadari Solo.
Dibalik pesonanya itu, Gusti Nurul pernah menolak cinta dari Presiden Soekarno.
Sosok Gusti Nurul ini sempat viral di media sosial beberapa tahun yang lalu karena kepiawaiannya di bidang seni dan juga wajahnya yang berparas cantik.
Namun, perempuan cantik satu ini telah meninggal dunia pada November 2015 di usianya 94 tahun.
Lalu, siapa sih sebenarnya Gusti Nurul ini?
Manyadur dari Solopos.com, berikut ini profil lengkap dari Gusti Nurul, bidadari Solo yang menolak cinta Bung Karno.
1. Putri Keraton
Perempuan bernama lengkap Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngarasati Kusumawardhani ini merupakan putri keraton.
Ia merupkan putri dari KGPAA Mangkunegara VII dan GKR Timur. Dia lahir pada 17 September 1921.
2. Dijuluki Bidadari Solo
Profil kedua dari Gusti Nurul ini mengungkap tentang dirinya yang dijuluki sebagai bidadari dari Solo karena saking cantiknya.
Baca Juga: Kota Solo Sulit Keluar dari PPKM Level 4, Ini Penjelasan Gibran
Bahkan, kecantikan Gusti Nurul ini dianggap seperti Dewi Sembadra, tokoh yang diceritakan Kitab Bharatayudha dan Mahabharata.
Dalam kitab tersebut digambarkan kecantikan wanita di bumi dibagi menjadi dua, yakni setengah untuk Dewi Sembadra dan setengah untuk perempuan lainnya.
3. Cerdas dan Multitalenta
Profil ketiga dari Gusti Nurul ini mengunkap informasi tentang kecerdasannya di bidang seni dan berbagai kegiatan lainnya.
Meski perempuan, Gusti Nurul pandai menunggangi kuda, berenang dan bermain tenis. Selain itu, dia juga sangat pandai menari.
Bahkan, ia sempat diundang oleh Ratu Wilhelmina ke Belanda saat usianya masih 15 tahun untuk menari di acara pernikahan Putri Juliana dan Pangeran Bernard.
4. Pakar Kosmetik Tradisional dan Jamu
Profil keempat dari Gusti Nurul ini membeberkan informasi tentang kepiawaiannya dalam meracik jamu dan kosmetik tradisional.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan
-
Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri
-
Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR