Gelombang kedua adalah orang-orang dari wilayah daratan Asia Tenggara sekitar 30.000-40.000 tahun lalu.
Para ahli mengkategorikan para pengembara ini dalam kelompok bahasa Austronesia, seperti Vietnam, Kamboja dan sekitarnya. "Mereka masuk ke Kalimantan, Sumatra, Jawa..." ungkap Pradip.
Kemudian, sekitar 5.000 atau 6.000 tahun lalu, gelombang ketiga berdatangan dari wilayah China selatan dan Formosa (kini disebut Taiwan).
Menurut Pradip, kaum imigran ini bergerak ke selatan, melalui Filipina, Kalimantan, Sulawesi, dan bergerak ke barat ke Sumatra dan ke Mentawai.
"Adapun yang bergerak ke timur, masuk ke Maluku, Papua bagian pantai, hingga mengembara ke Hawaii," paparnya.
Dan, gelombang keempat, terjadi pada masa sejarah antara abad ketiga dan 13, yaitu ketika pedagang China, Arab dan India berdatangan ke wilayah yang kini disebut Indonesia.
"Sekarang jejak genetiknya [imigran gelombang kempat] sangat jelas, dan bisa kita lihat jejaknya di populasi-populasi yang ada di Indonesia," ungkap Pradip.
Namun demikian, Pradip menggarisbawahi, di antara gelombang kedua dan ketiga, serta antara gelombang ketiga dan keempat, masih ada pola migrasi yang disebutnya "masih misterius" sampai sejauh ini.
"Ini yang sedang kita dalami dengan pendekatan DNA purba dari bukti-bukti fosil sekian ribu tahun silam," tandasnya.
Dalam perjalanannya, saat penyebarannya berlangsung di wilayah Indonesia, terjadilah pembauran antar manusia dengan latar perbedaan secara DNA.
Seperti terekam dalam acara kajian sains 'Asal Usul Manusia Indonesia' yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Eijkman Institute dan Historia.id, dua tahun silam, pembauran itu membuat komposisi gen ikut berubah selain tampilan fisik, kebiasaan, bahasa dan bahasa.
Baca Juga: Masyarakat Adat Suku Sakai Tidak Punya KTP Terima Vaksin dari Polda Riau
Periode perubahan gen masyarakat Indonesia disebutkan berlangsung selama ribuan tahun. Selain hubungan pernikahan, perubahan itu disebabkan aspek lingkungan, kebiasaan, makanan, dan aneka jenis interaksi lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan