SuaraJawaTengah.id - Dampak pandemi Covid-19 menjungkirbalikkan perekonomian masyarakat. Sejumlah kantor pegadaian di Kabupaten Tuban hampir selalu dipenuhi warga yang ingin menggadaikan harta benda untuk memenuhi kebutuhan dapur dan biaya sekolah anak.
Menurut laporan Bloktuban, warga menggadaikan emas maupun surat-surat berharga, bahkan benda-benda kuno ke pegadaian.
Data dari Kantor Pegadaian Kabupaten Tuban, sebanyak 1.600 benda kuno yang digadaikan di Kantor Pegadaian Tuban maupun tujuh unit kantor pegadaian lainnya.
Pimpinan Kantor Pegadaian Kabupaten Tuban Putut Pribadi menjelaskan benda kuno yang digadaikan warga, di antaranya bokor dari kuningan, tenem, jedi serta kembol (wadah kinangan) yang terbuat dari kuningan.
"Harga gadainya untuk benda kuno paling rendah mulai Rp150 ribu sampai yang paling tinggi Rp800 ribu. Itu kan sudah bisa kalau dibuat untuk usaha kecil-kecilan," kata dia.
Barang yang paling banyak digadaikan warga Kabupaten Tuban yaitu emas.
Tak hanya warga Tuban, menurut catatan Suara.com, warga di berbagai daerah juga melakukan hal yang sama demi mendapatkan uang untuk menyambung hidup.
Pandemi Covid-19 belum diketahui sampai akan dapat dihentikan. Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat melakukan berbagai upaya untuk menangani pandemi.
Baca Juga: Gali Tanah Untuk Pondasi, Warga Mojoagung Temukan Berbagai Benda Kuno
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama