Biden telah memerintahkan semua pasukan keluar dari Afghanistan pada akhir bulan, untuk mematuhi kesepakatan dengan Taliban, meskipun sekutu Eropa mengatakan mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengeluarkan orang.
Dalam 11 hari sejak Taliban menyapu Kabul, Amerika Serikat dan sekutunya telah melakukan salah satu evakuasi udara terbesar dalam sejarah, membawa lebih dari 88.000 orang, termasuk 19.000 orang dalam 24 jam terakhir.
Militer AS mengatakan pesawat lepas landas setara dengan setiap 39 menit.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan sedikitnya 4.500 warga Amerika dan keluarga mereka telah dievakuasi dari Afghanistan sejak pertengahan Agustus, dan Kementerian Luar Negeri menjangkau sekitar 1.500 orang yang masih tinggal di sana.
Blinken mengatakan pada konferensi pers di Washington bahwa tidak ada tenggat waktu untuk upaya membantu orang-orang yang ingin pergi, baik orang Amerika maupun lainnya, dan itu akan berlanjut "selama diperlukan."
Militer AS mengatakan akan mengalihkan fokusnya untuk mengevakuasi pasukannya sendiri dalam dua hari terakhir sebelum batas waktu penarikan 31 Agustus.
Taliban mengatakan pasukan asing harus keluar pada akhir bulan. Mereka telah mendorong warga Afghanistan untuk tetap tinggal, sambil mengatakan mereka yang memiliki izin untuk pergi masih akan diizinkan untuk melakukannya begitu penerbangan komersial dilanjutkan setelah pasukan asing pergi.
Kelompok militan Taliban telah meminta anggota NATO Turki untuk membantu menjaga bandara tetap terbuka setelah pasukan asing pergi.
Turki mengatakan para ahli teknis mungkin tetap membantu mengoperasikan bandara.
Baca Juga: Ingin Jalin Hubungan Baik, Taliban Ajak Negara Lain Bantu Rekonstruksi Afghanistan
PBB meninggalkan sekitar 3.000 staf Afghanistan untuk misinya. Sebuah dokumen keamanan PBB yang ditinjau oleh Reuters menggambarkan lusinan insiden ancaman, penjarahan kantor-kantor PBB dan penganiayaan fisik terhadap staf terjadi sejak 10 Agustus.
Sumber : Reuters/ANTARA
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah
-
Masih Ada 7 Daerah Belum UHC, Pemprov Jateng Dorong BPJS Jadi Prioritas Daerah
-
Duh! 100 Dapur MBG Fiktif Ditemukan di Cilacap, Ada yang Berlokasi di Tengah Hutan hingga Makam