Slamet mengaku awalnya melihat ada dua kelompok pelajar yang datang dari arah berlawan. Satu kelompok datang dari arah selatan, atau Jalan Pahlawan, satu lagi dari arah utara atau GOR Trilomba Juang.
Kedua kelompok itu tiba-tiba bertemu dan langsung bertikai. Mereka bahkan mengeluarkan sejumlah senjata tajam seperti clurit dan pedang, serta alat pemukul.
“Ngeri, saya takut. Makanya, saya langsung menjauh,” ujar Slamet.
Sementara itu, petugas keamanan SMAN 1 Semarang, Nur Khamim, mengatakan tawuran pelajar itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian itu, para guru SMAN 1 Semarang hendak pulang.
“Karena ada tawuran, guru-guru yang hendak pulang enggak jadi. Saya langsung menutup pintu gerbang daripada para guru jadi sasaran,” ungkap Khamim.
Meski demikian, Khamim memastikan jika pelajar yang terlibat tawuran bukan berasal dari SMAN 1 Semarang.
Hal itu dikarenakan SMAN 1 Semarang hingga kini belum menggelar pembelajaran tatap muka, atau para siswa masih menjalani pendidikan jarak jauh secara online di rumah.
“Bukan dari siswa sini. Saya tanya guru juga bukan,” jelasnya.
Menurut Khamim, pelajar yang terlibat tawuran mencapai 50 orang. Tawuran pun berlangsung singkat karena langsung dibubarkan aparat kepolisian yang datang ke lokasi.
Baca Juga: Kota Semarang Batal Berstatus PPKM Level 1, Ini Alasannya
“Begitu polisi datang, mereka langsung bubar,” ujar Khamim.
Wakapolrestabes Semarang, AKBP Iga D.P. Nugraha, mengatakan polisi yang mendapat laporan adanya tawuran pelajar langsung datang ke lokasi kejadian.
Selain membubarkan aksi tawuran, polisi pun menangkap beberapa pelaku dan menyita barang bukti berupa senjata tajam.
Dari aksi itu, ada satu pelajar yang mengalami luka pada bagian tangan. Sementara, peserta tawuran yang diamankan berjumlah enam orang.
“Pelaku sudah kami amankan di Polrestabes Semarang. Kita juga sita beberapa barang bukti. Sedangkan korban luka saat ini sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan,” ujar Iga.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Tugu Muda Kembali Jadi Saksi, Semarang Hidupkan Pertempuran Lima Hari 1945
-
KDM di Undip: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan, daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak
-
Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Jangkau 60.000 Desa di Indonesia
-
Minta Maaf ke Warga Cilacap, Bupati Nonaktif Syamsul Auliya Rachman Bantah Terlibat Pengumpulan THR