SuaraJawaTengah.id - Pelonggaran pariwisata di Kota Semarang ternyata tak begitu berdampak kepada pelaku usaha di sekitar Kota Lama Semarang. Bahkan sebagian dari mereka terpaksa berhutang untuk mencukupi kebutuhan hidup dan sekedar beli bensin.
Penjual barang antik Kota Lama, Siti mengatakan, pembeli yang datang masih sepi. Sampai saat ini usaha jualan barang antik tak bisa diandalkan. Padahal, lanjutnya, sekarang anak-anak sudah mulai berangkat sekolah.
"Tak kuat bayar seragam juga, jualan masih sepi," jelasnya saat ditemui di Kota Lama Semarang, Selasa (7/92021).
Bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, dia terpaksa untuk berhutang karena pembeli di tokonya benar-benar sepi. Sampai saat ini, bisnisnya belum bisa diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Baca Juga: Herd Immunity Jadi Jurus Pulihkan Sektor Pariwisata Provinsi Bali
"Ya mau gimana lagi, sebenarnya tak mau berhutang namun kondisi mendesak," ujarnya.
Jika dia bandingkan dengan tahun sebelumnya pada bulan yang sama penjualannya turun signifikan. Prosentasenya berkurang hingga 70 persen.
"Berkurangnya banyak, tak bisa diandalkan. Meski dilonggarkan lampu-lampunya juga banyak yang tak dihidupkan jadi pada takut," keluhnya.
Di Kota Lama, Siti menjual barang-barang antik mulai tahun 1980-an. Barang yang dia jual mulai Rp 300 ribu hingga jutaan tergantung umur barang tersebut.
"Kalau yang paling mahal itu guci keramik dari China harganya Rp 3 juta," paparnya.
Baca Juga: Perkampungan Setu Babakan Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia
Hal yang sama juga dikeluhkan penjualan barang antik lain, Sinta juga mengeluhkan soal lampu penerangan jalan. Selama pandemi ekonominya tak stabil karena pemasukan sangat berkurang.
Berita Terkait
-
Berkaca dari Menteri Pariwisata, Pentingkah Pejabat Publik Kuasai Public Speaking?
-
Apa Pekerjaan Widi Wardhana Sebelum Jadi Menpar? Kualitas Public Speaking Ramai Disorot
-
Psikolog Lita Gading Kritik Tajam Kemampuan Bicara Menteri Pariwisata Widiyanti di Depan Umum
-
Grogi Berbahasa Inggris, Harta Kekayaan Menteri Pariwisata Widiyanti Sentuh Rp 5,4 Triliun
-
Kemampuan Bahasa Inggris Menpar Widiyanti Dicibir, Padahal Lulusan Universitas Bergengsi California
Tag
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
Terkini
-
Jurnalis Dipukul dan Diancam Ajudan Kapolri: Kebebasan Pers Terancam di Semarang
-
Arus Balik Lebaran 2025: Baru 50 Persen Pemudik Kembali
-
Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
-
Ini 7 Amalan Bulan Syawal yang Dianjurkan untuk Dilakukan
-
Jadwal dan Keutamaan Puasa Syawal 2025: Sampai Kapan Kita Bisa Berpuasa?